banner 728x250

Omset Tergerus, Keuntungan menipis, PKL UMKM Makin Susah, Ketua Umum APKLI-P Desak Pemerintah Panggil Perusahaan Plastik

dr Ali Mahsun Atmo, M. Biomed (Foto: Istimewa)

ABNnews — Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun menegaskan bahwa lonjakan harga plastik hingga 70–100 persen akibat konflik geopolitik di Timur Tengah telah menekan pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM di seluruh Indonesia.

Ali Mahsun mencontohkan harga gelas plastik isi 50 di Jambi yang naik dari Rp20 ribu menjadi Rp43 ribu. Di Kalimantan Selatan, gelas plastik isi 1000 melonjak dari Rp280 ribu menjadi Rp560 ribu.

“Omset tergerus, keuntungan menipis, PKL UMKM makin susah akibat lonjakan harga plastik,” tegasnya, Kamis, 9 April 2026.

Ali Mahsun mengklaim saat ini para pelaku UMKM memilih bertahan dengan strategi adaptasi. Mereka mengurangi ukuran produk, menyatukan barang belanjaan dalam satu plastik, atau mencari alternatif seperti daun pisang dan daun jati.

“Mereka takut kehilangan pelanggan di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih pasca pandemi,” ujarnya.

Ali Mahsun juga menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor bahan baku plastik NAFTA yang mencapai 100 persen. Menurut data BPS, impor plastik Januari 2026 tercatat Rp14,5 triliun dan Februari Rp14,76 triliun. Ia menduga ada praktik penimbunan di sektor hulu.

APKLI-P meminta pemerintah segera memanggil perusahaan plastik untuk memastikan pasokan. Melakukan inspeksi dan investigasi terhadap dugaan penimbunan dan menggelar operasi pasar agar harga kembali terkendali.

“Ini sudah masuk ranah emergensi. Pemerintah harus cepat dan tepat menangani krisis plastik ini,” pungkas Ali Mahsun.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *