banner 728x250

B50 Siap Meluncur 1 Juli! Negara Bakal Hemat Rp 48 Triliun, Cek Dampaknya Buat Kita

Foto dok BPMI Sekretariat Presiden RI

ABNnews – Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah besar-besaran di Istana Kepresidenan Jakarta. Mulai dari menteri Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I, sampai bos-bos BUMN dikumpulkan semua buat konsolidasi menghadapi dinamika global yang lagi nggak menentu.

Kabar baiknya, ekonomi Indonesia terpantau masih sangat “sehat”. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan kalau pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,39% di akhir 2025. Angka ini bikin Indonesia nangkring di posisi kedua di antara negara G20, cuma kalah tipis dari India!

“Kondisi konsumsi kita kuat, mewakili 54% dari PDB. Ketahanan pangan juga relatif kuat dengan stok Bulog mencapai 4,6 juta ton per 8 April ini,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Hemat Rp 48 Triliun Lewat B50

Salah satu jurus sakti pemerintah buat jaga stabilitas adalah implementasi program biodiesel B50. Airlangga menyebut kebijakan ini sudah disepakati bakal mulai berlaku pada 1 Juli 2026 mendatang. Gak main-main, program ini diprediksi bakal menghemat anggaran negara sampai Rp 48 triliun!

Nggak cuma itu, Presiden Prabowo juga kasih arahan tegas buat jaga disiplin fiskal. Rasio utang bakal dipatok aman di level 40%, jauh di bawah batas undang-undang yang 60%. Defisit anggaran juga dijaga ketat agar tidak melampaui level 3% sampai akhir tahun.

Kabar Adem Buat Jemaah Haji dan Penumpang Pesawat

Meski harga minyak dunia lagi fluktuatif gara-gara konflik di Timur Tengah, pemerintah punya strategi buat nahan harga biar nggak mencekik kantong rakyat.

Buat kamu yang mau terbang, kenaikan harga tiket pesawat domestik berhasil ditekan di level 9%-13% saja berkat stimulus PPN DTP 11%. Lebih keren lagi buat urusan haji, Airlangga memastikan nggak ada kenaikan biaya haji tahun ini!

“Ongkos haji sudah turun Rp 2 juta, dan dampak kenaikan avtur diserap (absorb) oleh pemerintah untuk sekitar 220 ribu jemaah. Anggaran Rp 1,77 triliun dibebankan ke APBN, jadi nggak ada dampak bagi para jemaah,” tegasnya.

Rupiah Dijaga Ketat, Devisa Aman

Buat urusan nilai tukar, pemerintah terus koordinasi sama Bank Indonesia buat jaga Rupiah lewat triple intervention. Cadangan devisa kita juga masih “gendut” di angka USD 151,9 miliar, alias cukup buat modal impor selama 6 bulan. Dengan kondisi ini, pemerintah pede pertumbuhan ekonomi di Kuartal I-2026 bisa tembus di atas 5,5%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *