ABNnews – PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk makin kompak! Kali ini, dua perusahaan pelat merah tersebut bersinergi demi memperlancar logistik haji 2026.
Misi utamanya? Melepas ekspor bumbu pasta dan makanan siap saji (ready to eat/RTE) buat kebutuhan jemaah di Tanah Suci.
Pelepasan ekspor ini dihadiri langsung oleh para petinggi, mulai dari Dirut Pos Indonesia Daud Joseph, Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim, hingga perwakilan Kemenko Perekonomian dan Kemenag.
Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem logistik haji yang terintegrasi. Jadi, mulai dari proses pengiriman di dalam negeri sampai distribusi di negara tujuan, semuanya dipastikan lancar jaya.
Jemaah pun nggak perlu khawatir soal urusan perut karena makanan bercita rasa Nusantara bakal selalu tersedia tepat waktu.
Dirut Pos Indonesia, Daud Joseph, menegaskan peran perusahaannya bukan cuma sekadar kirim barang, tapi memastikan seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir berjalan optimal.
“Kami memastikan proses distribusi berjalan terintegrasi dan tepat waktu, sehingga kebutuhan jemaah dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Setali tiga uang, Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, juga menyatakan kesiapan maskapai kebanggaan Indonesia ini untuk mendukung penuh distribusi logistik haji.
“Garuda Indonesia siap memperkuat kolaborasi dengan Pos Indonesia untuk memastikan pengiriman berjalan lancar dan sesuai kebutuhan,” katanya.
Gak cuma soal kecepatan, urusan kualitas juga jadi sorotan utama pemerintah. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umroh, Prof. Jaenal Effendi, mewanti-wanti agar seluruh proses memenuhi standar kehalalan, kesehatan, hingga ketahanan produk agar jemaah tetap bugar saat beribadah.
Sinergi ini pun dinilai punya dampak ekonomi yang besar. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyebut kolaborasi ini bisa mendongkrak daya saing produk dalam negeri.
Menariknya, proyek ini juga membuka pintu lebar bagi pelaku UMKM kuliner nasional untuk memasarkan produk makanan mereka hingga menjangkau pasar global.











