ABNnews – Malam di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, yang semula tenang mendadak berubah jadi tegang. Sebuah insiden tak biasa terjadi saat seorang warga yang sedang asyik membeli bakso tiba-tiba dihampiri pria berinisial IK. Bukannya basa-basi, IK malah menyodorkan selembar kertas yang isinya bikin syok: penawaran layanan seksual sesama jenis!
Kapolsek Pamulang, AKP Galuh Febri Saputra, membenarkan kejadian yang berlangsung di Jalan Cendana, Serua, pada Kamis (26/3/2026) malam tersebut.
“Ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga itu sambil menawarkan dan memberikan lembaran kertas yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” ujar Galuh dikutip kompasco, Senin (30/3/2026).
Kabar tawaran “liar” ini pun menyebar cepat dan meresahkan warga. Tak mau tinggal diam, warga kemudian menyusun siasat untuk memancing IK kembali ke lokasi. Benar saja, saat IK muncul lagi, warga langsung mengepung dan menggeledah barang bawaannya.
Hasil penggeledahan bikin warga makin elus dada. Selain lembaran kertas penawaran, ditemukan botol obat bertuliskan Telado, yang dikenal sebagai obat untuk pengobatan HIV. IK pun sempat dibawa ke rumah salah satu warga untuk dimintai keterangan dalam suasana penuh emosi.
“Dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu lagi. Ponselnya disita warga, namun IK dipulangkan dan tidak diserahkan ke polisi saat itu,” tambah Galuh.
Buntut dari aksi nekatnya, identitas IK pun terkuak. Ia diketahui berprofesi sebagai guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Sawangan, Depok. Tak butuh waktu lama bagi pihak yayasan untuk mengambil tindakan tegas berupa pemecatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Enjat Munjiat, mengonfirmasi kabar pemberhentian tersebut.
“Menurut laporan yang saya dapat, guru tersebut sudah diberhentikan oleh pihak yayasan,” ujar Enjat.
Pihak Kemenag Depok berencana memanggil pihak sekolah untuk meminta keterangan lebih dalam. Sementara itu, polisi masih menelusuri keberadaan IK dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.
Terkait kondisi kesehatan IK yang membawa obat HIV, polisi belum bisa memberikan kepastian medis.
“Itu harus dicek dokter, jadi belum tahu itu benar atau hanya asumsi warga,” pungkas Galuh.













