ABNnews – Masjid al-Aqsha di Palestina ditutup oleh Tentara Zionis Israel sejak dua pekan Ramadhan ini. Umat Islam tidak dapat menunaikan ibadah semestinya karena jamaah dilarang masuk.
Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), M Din Syamsuddin menilai, kejadian ini sungguh merupakan tragedi keagamaan memilukan, dan pelanggaran HAM berat.
“Saatnya Presiden Negeri Muslim terbesar Prabowo Subianto menegur Netanyahu dan Donald Trump lewat Board of Peace. Apa gunanya dewan tersebut yg telah berubah menjadi Board of War dan Board of Tyrani,” ujar Din pada keterangan tertulisnya, Senin, 16 Maret 2026.
“Masjid al-Aqsha di Jerussalem bukan hanya milik Umat Islam di Palestina tapi milik Umat Islam Sedunia karena merupakan kiblat pertama Umat Islam. Mengapa tidak keluar saja dari Board of Peace?,” pungkas Din yang juga Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam ini.***













