banner 728x250

Layanan Kapal Dipercepat, Antrean Kendaraan Gilimanuk Berangsur Terurai

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews – Aktivitas penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk terus bergerak dinamis. Sejak akhir pekan, berbagai langkah percepatan operasional yang dilakukan secara terpadu mulai menunjukkan hasil, ditandai dengan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk yang berangsur terurai dan arus kendaraan yang kembali bergerak menuju pelabuhan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, serta para pemangku kepentingan lainnya terus memperkuat koordinasi di lapangan guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan dan mempercepat pergerakan kendaraan.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menyampaikan bahwa optimalisasi operasional kapal menjadi langkah utama untuk mempercepat penguraian antrean.
“Sejak akhir pekan kami melakukan berbagai langkah percepatan, mulai dari penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Upaya ini mulai memberikan dampak positif, di mana antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” ujarnya.

Berdasarkan laporan operasional ASDP Cabang Ketapang – Posko Pelabuhan Gilimanuk pada Minggu (15/3) pukul 19.00 WITA, sebanyak 33 unit kapal saat ini beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Armada tersebut terdiri dari 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal Landing Craft Machine (LCM), serta 3 unit LCM perbantuan yang dioperasikan untuk mempercepat layanan penyeberangan.

Mengikuti antrean yang mulai terurai, saat ini masih diterapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) pada Dermaga LCM untuk tiga unit kapal. Melalui pola ini, kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan di dermaga tersebut, sehingga siklus pelayaran dapat berlangsung lebih cepat.

Dari sisi kondisi antrean, laporan di lapangan pada pukul 17.00 WITA mencatat ekor kendaraan masih berada hingga kawasan Desa Tuwed, sekitar Kantor Perbekel, dengan jarak sekitar ±20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Komposisi kendaraan yang mendominasi antrean saat ini adalah kendaraan logistik dan mobil pribadi.

Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran arus menuju pelabuhan. Kementerian Perhubungan bersama Kepolisian menerapkan pengaturan kendaraan menuju kantong parkir dan buffer zone yang telah disiapkan, termasuk penghentian sementara perjalanan truk sumbu tiga menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mengurangi kepadatan di kawasan pelabuhan.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menyoroti masih ditemukannya sebagian pelaku usaha logistik yang belum mematuhi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang.

Sejak diberlakukannya pembatasan pada 13 Maret 2026, masih terdapat truk dengan tiga sumbu atau lebih yang tetap beroperasi dan bergerak menuju pelabuhan sehingga berpotensi menambah kepadatan arus kendaraan.

Sementara itu, kondisi cuaca di perairan Selat Bali masih mendukung operasional penyeberangan. Pantauan terbaru menunjukkan cuaca berawan tebal dengan arah angin dari selatan berkecepatan maksimum sekitar 4,1 knots, tinggi gelombang 0,3–0,6 meter, serta jarak pandang minimal mencapai 8.000 meter.

Windy menegaskan bahwa ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan pengaturan operasional di lapangan agar antrean kendaraan dapat semakin cepat terurai.

“Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya menandaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *