banner 728x250

Siap-siap Gerah! Suhu RI Diprediksi Bakal ‘Mendidih’ di Atas Normal Mulai Maret

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

ABNnews – Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bersiap menghadapi cuaca panas yang lebih menyengat tahun ini. Pusat Meteorologi ASEAN (Asean Specialised Meteorological Centre/ASMC) memprediksi awal musim panas akan jauh lebih panas dari biasanya.

Suhu udara diperkirakan berada di atas rata-rata untuk periode Maret hingga Mei. Bahkan, peluang terjadinya suhu di atas normal di Indonesia dan Malaysia mencapai angka fantastis, yakni 80 hingga 100 persen!

Panas ekstrem ini diprediksi mulai menghantam RI dan Malaysia terlebih dahulu, sebelum akhirnya meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara dalam dua bulan ke depan. Selain Indonesia, sebagian besar wilayah Thailand dan Vietnam utara juga bakal merasakan panas terik.

Senada dengan ASMC, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan awal musim kemarau 2026 bakal maju lebih cepat di 325 Zona Musim (46,5 persen).

Wilayah yang bakal kena kemarau lebih awal adalah Sumatera dan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sebagian besar Sulawesi dan Maluku serta Sebagian Papua.


“Musim kemarau diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus 2026, terutama di wilayah Kalimantan dan Sulawesi,” tulis BMKG dalam laporannya.

Kabar buruknya, musim kemarau tahun ini diprediksi tidak hanya panas, tapi juga lebih kering dari biasanya di 451 Zona Musim (64,5 persen). Durasi kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia pun diperkirakan bakal lebih panjang dari normalnya.

Hanya wilayah kecil seperti Gorontalo dan Sulawesi Tenggara yang berpotensi mengalami kemarau lebih basah atau normal.

Menanggapi ancaman ini, BMKG menekankan pentingnya aksi nyata untuk memitigasi risiko. Sektor pangan menjadi salah satu yang paling disorot.

Imbauan Antisipasi:
1. Petani: Sesuaikan jadwal tanam dan pilih varietas tanaman yang hemat air serta tahan kekeringan.

2. Pengelolaan Air: Optimalkan tampungan air (waduk/embung) dan perbaiki jaringan distribusi.

3. Kesehatan & Lingkungan: Waspada penurunan kualitas udara dan tingkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *