ABNnews — Untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan pencurian, warga Jakarta yang melakukan perjalanan mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah diimbau untuk melapor kepada pengurus RT dan RW setempat.
Imbauan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung usai membuka acara Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (07/03).
“Kami meminta kepada para pemudik sebelum pulang mereka melapor pada RT, RW setempat. Jangan sampai rumah ditinggalkan, tidak ada yang lapor,” kata Pramono.
Menurutnya, pelaporan kepada RT dan RW penting agar lingkungan sekitar mengetahui kondisi rumah warga yang ditinggalkan selama mudik dan menghindari kejahatan pencurian pada rumah yang ditinggalkan pemiliknya.
Pramono melanjutkan, rumah yang ditinggalkan tanpa pemberitahuan dapat menimbulkan risiko keamanan. Dengan begitu, pengawasan dapat dilakukan oleh pengurus lingkungan maupun warga sekitar.
Selain itu, Pramono mengingatkan agar warga tidak langsung menyalahkan pemerintah di tingkat lingkungan apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
“Jangan sampai rumah ditinggalkan, tidak ada yang dilaporkan, kemudian terjadi pencurian, yang disalahkan adalah pemerintah pada tingkat RT, RW ataupun kelurahan,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan meskipun sebagian pegawai menerapkan skema kerja fleksibel.
Kebijakan bekerja dari mana saja (work from everywhere/WFE) bagi aparatur sipil negara mulai diberlakukan dalam waktu dekat.
Kendati demikian, Pramono memastikan sistem pelayanan telah disiapkan, sehingga masyarakat tidak akan merasakan perubahan dalam mengakses layanan pemerintah.
“Walaupun mulai minggu depan sudah ada WFE, tetapi untuk pelayanan publik di Jakarta sudah kami persiapkan sehingga tidak ada perubahan apa pun,” ujarnya.
Dia pun mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memastikan kondisi rumah terkunci dengan baik, serta berkoordinasi dengan tetangga sekitar selama ditinggalkan.











