banner 728x250

Bukan Sinkhole! BRIN Bongkar Pemicu Lubang Raksasa di Aceh Tengah, Ternyata…

Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI

ABNnews – Fenomena lubang raksasa yang muncul di Desa Pondok Balik, Aceh Tengah, sempat bikin geger dan dikaitkan dengan sinkhole. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membantah dugaan tersebut. Ternyata, itu bukan sinkhole, melainkan longsoran geologi!

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menjelaskan bahwa kawasan tersebut tidak memiliki batuan gamping yang menjadi syarat utama terbentuknya sinkhole. Wilayah itu justru didominasi material tufa dari aktivitas gunung api purba.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” ujar Adrin dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Akibat Material Gunung Api Muda

Area tersebut terbentuk dari material tufa hasil aktivitas Gunung Geurendong yang sudah tidak aktif. Karakteristik tufa ini adalah lapisan muda yang belum terpadatkan dengan sempurna. Alhasil, strukturnya sangat rapuh dan mudah runtuh jika terkena gangguan.

Jejaknya Terdeteksi Sejak 2010

Berdasarkan analisis citra satelit Google Earth, fenomena ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Sejak tahun 2010, sudah terlihat adanya lembah kecil yang terus melebar dan memanjang akibat proses erosi serta longsoran selama belasan tahun hingga membentuk lubang besar.

‘Warisan’ Gempa 2013 & Efek Hujan

Ada dua pemicu utama yang mempercepat ambrolnya tanah di lokasi:
* Gempa Dahsyat: Gempa M 6,2 yang mengguncang Aceh Tengah pada 2013 silam diduga telah memperlemah struktur lereng secara permanen.

* Hujan Lebat: Batuan tufa yang rapuh sangat mudah menyerap air. Saat jenuh, tanah kehilangan daya ikat dan langsung runtuh.


Pengaruh Saluran Irigasi Warga

Kondisi semakin diperparah oleh adanya saluran irigasi perkebunan yang terbuka. Air yang meresap ke dalam tanah meningkatkan kelembapan lapisan tufa, membuatnya semakin tidak stabil dan kehilangan penyangga di bagian bawah tebing.

Mirip Fenomena Ngarai Sianok

Adrin menyebut kondisi ini serupa dengan proses pembentukan Ngarai Sianok di Sumatera Barat. Keduanya memiliki karakter batuan gunung api muda yang mengalami proses geologi panjang.

Waspada Retakan Tanah!

Meski belum melakukan penelitian lapangan langsung, BRIN telah melakukan analisis mendalam melalui data citra satelit. Adrin pun mengimbau agar peta kerentanan gerakan tanah segera diperbarui pasca-kejadian ini.

Masyarakat diminta tetap waspada dan mengenali tanda-tanda awal bencana:
* Munculnya retakan pada tanah secara tiba-tiba.

* Adanya amblesan kecil di area sekitar.

* Aliran air yang tiba-tiba keruh atau menghilang ke dalam tanah.


“Yang terpenting sekarang adalah memahami prosesnya dan segera melakukan langkah mitigasi agar risiko korban jiwa dapat dihindari,” pungkas Adrin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *