ABNNews –Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, kematian siswa SD di Ngada karena dipicu kemiskinan, termasuk ketidakmampuan membeli alat tulis sekolah mencerminkan kegagalan pranata sosial dan sistem pemerintahan dalam melindungi warga yang paling rentan.
“Syukur ini diketahui publik setelah kami rakornas. Itu kejadian kalau Pak Prabowo tahu, mati kami dicincang. Pak Prabowo paling marah hal-hal begini. Ini kami tidak tau apa yang salah, tapi pranata sosial kami gagal, pemerintah kami juga sama,” katanya.
Melki mengatakan akibat peristiwa itu, banyak menteri yang menghubunginya. Ia menyebut kematian siswa SD di Ngada menjadi sorotan nasional karena dipicu persoalan kemiskinan, termasuk ketidakmampuan membeli alat tulis sekolah
“Saya sampai ditelepon oleh banyak menteri karena hal ini. Ini alarm untuk pemerintah karena banyak warga daerah yang hidup dengan kondisi serupa,” kata Melki dikutip dari CNNIndonesia, Kamis (5/2/2026).
Lebih lanjut, ia juga mengkritik lambannya respons pemerintah daerah setempat. Ia mengaku menghubungi pimpinan daerah di Ngada, namun direspons lambat.
“Mati hanya karena miskin. Agak terganggu juga saya. Saya punya keluarga juga, tangan saya susah juga. Saya WA [whatsapp] pimpinan daerahnya lama juga merespons. Jadi saya minta orang saya sendiri turun cek,” ujarnya.
Ia juga menyentil absennya kehadiran pemerintah daerah saat pemakaman korban.
“Pemerintah daerah harus segera mengurus makam anak tersebut. Kirim orang secara resmi dari Pemda Ngada, sebagai pemerintah kami gagal urus warga negara kalau begini. Malu saya sebagai Gubernur! Masa ada warga negara mati hanya gara-gara begini,” kata Melki.
Bunuh Diri
Seorang siswa SD ditemukan tewas tergantung di sebuah dahan pohon cengkeh, Kamis (29/1) pekan lalu. Tempat kejadian perkara itu berada tak jauh dari pondok tempat ia tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun.
Dalam penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibunda korban.
Dari pemeriksaan kepolisian, diduga sebelum ditemukan tewas tergantung, korban sempat meminta uang untuk membeli buku tulis dan pena kepada ibunya. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena ibundanya tidak memiliki uang yang cukup.
Nadzar Lendi













