banner 728x250

Angkutan Nataru Tuntas, Layanan ASDP Bikin Publik Sangat Puas

Foto dok PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

ABNnews – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup layanan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan catatan positif. Selama periode libur panjang, layanan penyeberangan nasional dinilai berjalan aman, lancar, dan terkendali, serta mendapat tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi.

Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Transportasi dan Logistik menunjukkan seluruh aspek layanan ASDP berada pada kategori “Sangat Puas” dengan skor di atas 91. Aspek sarana mencatat nilai tertinggi sebesar 94,6, disusul kebijakan 92,2, serta prasarana dan manajemen transportasi masing-masing 91,6.

Capaian tersebut mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kualitas layanan ASDP sekaligus efektivitas pengelolaan arus penyeberangan nasional selama Nataru.

Secara operasional, ASDP tercatat melayani sekitar 3,4 juta penumpang dan 850 ribu kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional selama periode H-10 hingga H+10 Nataru 2025/2026. Jumlah penumpang meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara total kendaraan tumbuh 6,7%.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil pengelolaan layanan yang konsisten berbasis evaluasi dan sinergi lintas sektor.

“Keberhasilan penyelenggaraan Nataru ini tidak hanya dilihat dari kelancaran arus, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat. Evaluasi berbasis data dan persepsi publik menjadi fondasi penting untuk peningkatan layanan ke depan,” ujar Heru.

Kelancaran layanan selama Nataru juga didukung kolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut memungkinkan pengambilan keputusan cepat, pengaturan jadwal kapal yang adaptif, kesiapan SDM, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu saat puncak arus.

Survei IKM turut mengevaluasi sejumlah kebijakan ASDP selama Nataru, seperti penerapan tiket online wajib, diskon tarif 15%, penambahan armada kapal, pengaturan lalu lintas di pelabuhan, hingga pelayanan posko Nataru. Seluruh kebijakan tersebut memperoleh nilai evaluasi pada rentang 4,4 hingga 4,7.

Meski demikian, survei juga mencatat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses tiket digital bagi sebagian pengguna jasa saat jam puncak, konsentrasi perjalanan pada waktu tertentu, serta perlunya penguatan peran posko sebagai pusat koordinasi layanan.

Menindaklanjuti evaluasi tersebut, ASDP menyiapkan sejumlah langkah perbaikan berkelanjutan, termasuk peningkatan keandalan sistem digital, pemerataan distribusi jadwal perjalanan, sinkronisasi armada dan standar layanan, konsistensi rekayasa lalu lintas di pelabuhan, serta optimalisasi fungsi posko terpadu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan strategis ASDP dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2026. ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal sepanjang tahun guna menjaga konektivitas antarpulau dan mendukung mobilitas nasional secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *