ABnnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri yang sejalan dengan kebijakan nasional dan kebutuhan strategis pembangunan jangka panjang.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong pembentukan kawasan industri tematik yang berpotensi diarahkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan kawasan industri ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor strategis.
“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema kawasan tersebut agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan negara,” kata Agus dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (2/1/26).
Menurut Agus, Kemenperin akan menilai secara selektif setiap usulan pengembangan kawasan industri, terutama dari sisi kesesuaiannya dengan kebijakan prioritas pemerintah. Beberapa fokus utama antara lain ketahanan energi, ketahanan pangan, serta kebijakan strategis lain yang menjadi fondasi pembangunan nasional.
“Yang akan kita lihat, kawasan industri itu harus memang in line atau paralel dengan kebijakan kita. Misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan kawasan industri juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima yang menekankan terwujudnya layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, kebijakan ini diterjemahkan sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan atau kesehatan yang berdikari. Kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kita kembangkan ke depan, akan kita arahkan juga ke sana,” tegas Agus.
Sebagai langkah konkret, Kemenperin baru-baru ini menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang berminat membangun kawasan industri tematik bertajuk Biotown. Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, konsep Biotown juga menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai basis produksi, khususnya bahan baku herbal dan sumber hayati lokal.
“Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis kekayaan alam kita sendiri,” imbuhnya.
Agus menilai, pengembangan kawasan industri dengan pendekatan tematik seperti Biotown merupakan model ideal yang perlu terus didorong. Selain menciptakan nilai tambah industri, konsep tersebut juga memperkuat kemandirian nasional dan sejalan dengan arah kebijakan Presiden, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga ketahanan sektor kesehatan.
“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kita cari dan kita dorong ke depan, tentu dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkasnya.













