banner 728x250

Sembilan Orang Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Kronologi Penembakan di Samarinda

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

ABNnews — Sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan brutal yang merenggut nyawa seorang pria di depan Crowners Pub, Jalan Imam Bonjol, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (04/05) dini hari.

Penetapan tersangka diumumkan oleh Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro. Kesembilan tersangka tersebut termasuk pelaku utama yang melakukan eksekusi dalam kasus yang diduga kuat sebagai pembunuhan berencana.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengunjung tempat hiburan malam di Jalan Imam Bonjol, Samarinda, tewas setelah diberondong tembakan pada Minggu (04/05) dini hari.

Korban saat itu baru keluar dari tempat hiburan malam menuju mobilnya, ketika tiba-tiba seorang dengan sepeda motor mendekatinya dan menembaknya dari jarak dekat.

“Sekitar pukul 04.30 WITA, tepat di dekat gerbang tempat hiburan malam, terjadi penembakan dengan hasil autopsi yang selesai pada Minggu sore menunjukkan adanya lima bekas luka tembakan pada tubuh korban,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar, Minggu.

Korban bernama Dedy Indrajid Putra, 35 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan dua proyektil di sekitar lokasi kejadian dan tiga proyektil lainnya bersarang di tubuh korban.

Meski demikian, Hendri Umar belum dapat memberikan kepastian mengenai jenis senjata yang digunakan pelaku. Dari pengecekan sementara, pihaknya menduga pistol yang digunakan merupakan senjata rakitan.

Namun, untuk jenis dan kalibernya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Laboratorium Forensik. Estimasi sementara, kaliber senjata yang digunakan sekitar 8 hingga 9 mm.

Hendri Umar mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini atau mengenali pelaku untuk segera menghubungi kantor polisi terdekat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui berprofesi sebagai wiraswasta. Pada malam kejadian, korban datang ke tempat hiburan malam tersebut bersama anggota keluarganya sekitar pukul 20.00 WITA dan keluar sekitar pukul 04.15 WITA.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian tidak menemukan adanya konflik yang melibatkan korban di dalam tempat hiburan malam itu.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian, AG, sempat melihat seseorang dengan ciri-ciri menggunakan jaket ojek online berwarna hitam, helm hitam, masker, sarung tangan, dan celana panjang hitam.

Pelaku mondar-mandir di depan lokasi menggunakan sepeda motor Honda berwarna hitam putih sebelum kejadian. “Dia bolak-balik seperti memantau. Dia yang menembak korban lalu lari ke arah Jalan Ahmad Dahlan,” kata AG.

Saksi menambahkan, saat korban keluar dari tempat hiburan malam dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir, pelaku langsung memepet korban dengan motor dan menembak sebanyak empat kali. “Pelaku menembak sambil masih di atas motor. Tembakan terakhir ke atas, orang-orang langsung panik dan bubar,” katanya.

Korban yang tergeletak tidak sadarkan diri kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *