ABNnews – Nasib naas menimpa seorang remaja perempuan berinisial LA (17) di kawasan Bojongsari, Kota Depok.
Ia menjadi korban aksi penganiayaan keji usai disiram minyak tanah dan dibakar oleh nenek kandungnya sendiri, M (64), gegara asyik bermain handphone dan lupa menjemput sang nenek.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengungkapkan, insiden memilukan tersebut dipicu kekesalan mendalam pelaku yang terpaksa harus berjalan kaki lantaran tidak dijemput oleh korban.
“Motif dari tersangka melakukan hal tersebut karena tersangka kesal korban tidak menjemput tersangka di rumah temannya sehingga tersangka harus berjalan kaki sejauh 1 km,” kata Made, dikutip Jumat (30/10/2026).
Peristiwa berdarah itu bermula pada Senin (26/10/2026). Saat itu, pelaku sempat meminta korban untuk menjemputnya di rumah salah seorang temannya. Namun, korban tak kunjung datang dan memilih langsung pulang ke rumah.
Setibanya di rumah usai berjalan kaki cukup jauh, emosi pelaku makin membumbung tinggi saat mendapati cucunya sedang santai bermain ponsel. M lantas menegur korban dengan nada keras.
Tak berhenti pada teguran verbal, amarah M kian tak terkendali. Pelaku mendadak mengambil wadah berisi minyak tanah lalu menyiramkannya ke arah tubuh korban.
“Tersangka menegur korban dan kesal korban sambil bermain HP dan seketika menyiramkan minyak tanah dan membakar ataupun melemparkan korek gas ke rok korban,” jelas Made.
Seketika api menyambar pakaian dan membakar tubuh remaja 17 tahun tersebut. Korban yang kesakitan langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.
Melihat tubuh cucunya dilalap si jago merah, pelaku sempat panik dan berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air ke tubuh korban.
Akibat luka bakar serius yang dideritanya, korban hingga saat ini harus mendapatkan perawatan medis secara intensif.
“Sangat memprihatinkan kondisi korban sampai dengan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Fatmawati,” pungkas Made.












