PSSI Sentil Tragedi Usai Laga Persib di Bogor, Erick Thohir Langsung Kontak Kapolres

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

ABNnews – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyentil keras insiden penyerangan berdarah yang menewaskan seorang suporter Persib Bandung (Bobotoh) usai laga melawan Garudayaksa di Bogor.

Merespons kejadian tragis tersebut, Erick mengaku telah menghubungi Kapolres setempat secara langsung untuk memastikan penanganan kasus berjalan tegas dan diusut tuntas.

Erick menegaskan bahwa keselamatan suporter harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan sepak bola di tanah air. Baginya, tidak boleh ada lagi nyawa suporter yang melayang akibat aksi kekerasan.

“Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat,” ujar Erick menanggapi insiden penyerangan orang tak dikenal (OTK) bersenjata tajam terhadap suporter Persib, dilansir dari Antara, Selasa (27/10/2026).

Erick menjelaskan, penjatuhan sanksi akan disesuaikan dengan domain serta lokasi kejadian. Jika tindak kriminal terjadi di luar area penyelenggaraan pertandingan, PSSI mendorong penuh kepolisian untuk memprosesnya secara hukum pidana.

Namun, bila bentrokan antar-suporter terjadi di dalam lingkungan stadion, maka klub dan komunitas pendukungnya harus bersiap menerima konsekuensi berat, termasuk potensi sanksi pengurangan poin bagi klub bersangkutan.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut, seluruh pemangku kepentingan mulai dari klub, penyelenggara kompetisi, komunitas fan, hingga kepolisian memiliki porsi tanggung jawab masing-masing.

Terkait aksi kejahatan pascapertandingan di Stadion Pakansari, PSSI telah berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian dan kini menunggu hasil akhir proses penyelidikan.

Erick juga meminta penyidik kepolisian untuk memastikan secara mendalam motif di balik penyerangan tersebut, apakah murni murni aksi kriminalitas atau dipicu persaingan antar-kelompok suporter.

“Saya sudah menghubungi Kapolres terkait untuk meminta agar penanganan kasus dilakukan tegas,” kata Erick.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *