ABNnews – Pemadaman listrik besar-besaran atau blackout melanda wilayah Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026) pagi.
Dampak gangguan kelistrikan serentak ini berimbas langsung pada aktivitas di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, membuat sejumlah gerai pedagang (tenant) hingga ruang tunggu penumpang gelap gulita.
Berdasarkan pantauan di lokasi, gangguan penerangan terjadi di hampir seluruh sudut area publik di dalam terminal bandara. Suasana bandara pun tampak lebih gelap dari biasanya akibat terputusnya pasokan arus listrik utama.
Peristiwa ini terjadi di tengah tingginya dinamika aktivitas pagi, di mana para calon penumpang tengah bersiap melakukan penerbangan.
Hingga kini belum dipastikan apakah insiden blackout tersebut mengganggu sistem pelayanan penumpang, proses check-in, maupun jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pemadaman listrik terjadi mulai sekitar pukul 06.30 WIB dan dengan cepat meluas ke berbagai wilayah di Kepulauan Riau, termasuk Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono, membenarkan adanya gangguan sistem kelistrikan yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Batam. Pihaknya menyatakan tengah berupaya keras untuk melacak penyebab pemadaman dan memulihkan kembali aliran listrik.
“Bapak/ibu saat ini sedang gangguan beberapa lokasi tersebar di Batam padam sedang dalam pengecekan. Segera kami lakukan penormalan,” jelas Rudi saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Sementara itu, pihak pengelola Bandara Internasional Hang Nadim Batam sejauh ini belum menerbitkan keterangan resmi terkait dampak pemadaman listrik terhadap operasional penerbangan maupun keandalan penggunaan sistem kelistrikan cadangan (genset). Langkah penanganan dan konfirmasi terkait kondisi terkini di lapangan masih terus dilakukan.












