Dunia  

Mencekam! 13 Anak TK Disandera Pria Bawa Pisau, Pelaku Ditembak Mati Polisi

Ilustrasi (iStock)

ABNnews – Ketegangan luar biasa melanda sebuah sekolah taman kanak-kanak (TK) di Kota Curitiba, Brasil.

Dilansir dari kantor berita AFP, Sabtu (10/10/2026), sebanyak 13 anak TK yang sempat disandera oleh seorang pria bersenjata pisau akhirnya berhasil diselamatkan aparat kepolisian, sementara pelaku terpaksa ditembak mati setelah mengancam akan membakar bangunan tersebut.

“Kami berhasil melumpuhkan orang ini dan menyelamatkan 13 anak, yang kemudian dibawa untuk diperiksa serta diberikan perawatan oleh petugas pertolongan pertama,” kata Komandan Unit Pasukan Khusus Kepolisian Militer di negara bagian Parana, Alexandre Lopes Dias.

Insiden mencekam ini bermula ketika pelaku mendatangi lokasi menggunakan sepeda dan nekat melompati pagar di pusat pendidikan anak usia dini milik pemerintah daerah tersebut. Pelaku kemudian mengurung diri di dalam ruangan bersama 13 murid TK yang menjadi korban.

Tak hanya menyandera, pelaku juga menyebarkan zat mudah terbakar di dalam ruangan sambil menggenggam korek api. Ia membawa sebilah pisau serta benda yang sempat disangka senjata api, namun belakangan terbukti hanya senjata tiruan.

Selama proses negosiasi yang alot, pelaku terus dikelilingi oleh anak-anak dan bahkan memangku salah satu dari mereka.

“Selama seluruh proses negosiasi berlangsung, ia tetap dikelilingi oleh anak-anak dan memangku salah satu dari mereka,” kata Lopes Dias.

Negosiasi yang berjalan selama 2,5 hingga tiga jam tersebut mendadak berubah menegangkan. Situasi menjadi genting ketika anak-anak mulai merasa gelisah dan pelaku mulai bertindak kasar dengan memukuli mereka.

“Begitu kami menyadari anak-anak semakin panik dan pelaku mulai melakukan penganiayaan fisik terhadap mereka, kami memutuskan untuk melakukan intervensi taktis guna mencegah dampak yang lebih buruk,” jelas Lopes Dias.

Tayangan di stasiun televisi lokal memperlihatkan para guru dan staf sekolah bergegas mengevakuasi anak-anak lain keluar dari area berbahaya. Media setempat melaporkan sempat terdengar suara tembakan serta bunyi yang menyerupai bom kilat dalam penyergapan tersebut.

Dari hasil penelusuran kepolisian, pelaku diketahui mengidap gangguan mental skizofrenia. Kendati demikian, aparat masih mendalami motif pasti di balik aksi nekat tersebut, termasuk kemungkinan adanya hubungan personal dengan pihak sekolah.

Kabar selamatnya ke-13 anak tersebut langsung disambut rasa syukur oleh para orang tua dan pejabat setempat.

“Ke-13 anak tersebut selamat dan dalam kondisi aman!” tulis Wali Kota Curitiba Eduardo Pimentel di akun Instagram pribadinya.

“Setelah momen-momen yang mencemaskan dan menegangkan, inilah kabar yang kita semua tunggu-tunggu,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *