ABNnews – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian 93 korban yang masih hilang akibat insiden KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa.
Memasuki hari ke-12 operasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan memperkuat dukungan dengan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit yang mengangkut Reefer Container (kontainer berpendingin) menuju Ring 1 area operasi guna menangani serta menyimpan sementara jenazah hasil evakuasi.
Kapal KN Kunyit tersebut diterjunkan langsung dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin untuk mendukung operasional logistik medis dan penanganan korban di lokasi kejadian secara terukur.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Hary Bowo Seno Putro, mengungkapkan fokus utama operasi SAR pada hari ke-12 diprioritaskan pada penyelaman ke dalam badan kapal untuk mencari serta mengevakuasi korban yang diperkirakan masih terjebak di dalamnya.
“Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian,” kata Hary Bowo Seno Putro dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Hary menerangkan bahwa armada pendukung Ditjen Hubla telah beroperasi aktif di perairan Laut Jawa sejak awal operasi. Kapal-kapal lain seperti KN Miang Besar dari Distrik Tipe A Kelas I Samarinda serta KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak turut siaga menyokong logistik, mobilisasi, dan skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
“Kapal KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 terus siaga di lokasi untuk mendukung evakuasi korban, logistik, dan kebutuhan operasional SAR. Bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca, kapal-kapal ini menjadi pilar utama skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” paparnya.
Guna memperlancar proses pencarian, seluruh jajaran teknis di lapangan—mulai dari KSOP, KPLP, hingga Distrik Navigasi Banjarmasin—diinstruksikan memperkuat sinergi dengan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, serta seluruh potensi SAR yang terlibat.
Berdasarkan data prakiraan BMKG, cuaca di area operasi berada dalam kondisi cerah berawan dengan angin bertiup dari tenggara–timur tenggara hingga selatan berkecepatan 10–20 knot. Tinggi gelombang tergolong rendah (0,5–1,25 meter) dan arus permukaan di bawah 1 knot.
Meski kondisi cuaca di permukaan dilaporkan cukup kondusif, keselamatan tim penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah laut tetap menjadi prioritas utama.
“Meski kondisi cuaca umum diprakirakan mendukung, keselamatan seluruh personel tim SAR Gabungan, khususnya para penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah air, tetap menjadi prioritas utama. Seluruh kegiatan wajib dilaksanakan sesuai SOP standar masing-masing satuan. Kami terus mengimbau seluruh tim untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi agar proses pencarian dan evakuasi ini berjalan lancar dan aman,” jelas Hary.
Berdasarkan data resmi Basarnas per Kamis (24/9/2026) pukul 18.00 WITA, total penumpang di atas kapal (Person on Board/POB) tercatat sebanyak 243 orang.
Dari total POB tersebut, sebanyak 150 orang telah berhasil ditemukan, dengan rincian 108 penumpang selamat dan 42 orang ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, 93 korban lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR Gabungan.












