ABNnews – Aktor Sylvester Stallone ditunjuk oleh Presiden AS sebagai “duta khusus” Hollywood, sang aktor pun mengenang kembali perjalanannya saat mengemban jabatan tersebut.
Sang aktor senior mengaku jika diberitahu lebih awal, dia akan menolak tawaran tersebut karena hal itu mustahil dikutip dari laporan media Deadline, Minggu (20/9) waktu setempat.
“Saya akan bilang terima kasih dan ciao (selamat tinggal) karena ini mustahil. Hollywood befungsi dan akan berevolusi. Ia adalah perusahaan dan orang-orang perusahaan tidak akan mau mendengar saya berbicara kepada mereka tentang uang,” kata Stallone Minggu (20/9/2026), dilansir dari Antara.
Bintang film “Tulsa King” itu juga melihat Hollywood ibarat negara yang bermusuhan dan memiliki kerajaan kecil sendiri.
“Anda tidak bisa masuk dan memberi tahu enam studio bagaimana melakukan sesuatu,” kata Stallone menambahkan.
Presiden AS Donald Trump pada Januari 2025 menunjuk Stallone, Mel Gibson, dan Jon Voight sebagai duta khusus Hollywood untuk mendorong industri perfilman negara itu melakukan syuting di dalam negeri.
Stallone mengatakan dia baru mengetahui penunjukan itu ketika sedang menonton televisi.
“Dan saya berkata, ‘Apa?’ Saya bilang, ‘Maaf? Benarkah?’ Karena jika mereka meminta dari awal, saya akan bilang, itu tidak mungkin terjadi,” Stallone menambahkan.
“Dan Mel Gibson dan Jon Voight, kami tipe orang yang melakukan hal-hal sendiri. Tidak, itu tidak akan berhasil,” ujar Stallone.
Presiden Trump bulan lalu bertemu dengan Jon Voight untuk membahas pemberlakuan insentif pajak federal bagi film dan televisi. Sementara itu, Mel Gibson mengusulkan perjanjian produksi bersama antara Italia dan Amerika Serikat sebagai program percontohan kemitraan internasional.












