Gunakan Teknologi ADS-B, AirNav Indonesia dan CAAS Singapura Makin Solid Jaga Langit Jakarta-Singapura

Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, bersama Deputy Director-General CAAS, Ng Tee Chou saat penandatanganan kerjasama.

ABNnews – AirNav Indonesia bersama Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) resmi memperkuat kolaborasi pelayanan lalu lintas udara di wilayah Flight Information Region (FIR) Jakarta dan Singapura.

Kerja sama strategis ini diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi pemantauan posisi dan pergerakan pesawat berbasis sinyal, yakni Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B).

Sinergi yang tertuang dalam Cooperation Agreement tentang ADS-B Collaboration ini berlaku efektif sejak 16 September 2026.

Cakupan kerja sama ini meliputi pertukaran data surveillance pemantauan pesawat hingga dukungan komunikasi operasional guna memperketat keselamatan dan efektivitas penerbangan di kedua negara.

Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menjelaskan bahwa kesepakatan yang ditandatanganinya bersama Deputy Director-General CAAS, Ng Tee Chou, membuat kedua belah pihak bisa saling bertukar data ADS-B demi meningkatkan situational awareness atau pemahaman kondisi lalu lintas udara secara real-time.

“Jadi, secara prinsip, kolaborasi ini menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Zainal.

Zainal membeberkan, data ADS-B dari stasiun AirNav Indonesia yang berlokasi di Natuna dan Matak, Kepulauan Riau, menjadi pemasok utama informasi bagi CAAS. Sebaliknya, AirNav Indonesia juga mendapatkan akses data ADS-B dari pihak Singapura untuk memperkuat radar surveillance penerbangan nasional.

Infrastruktur di Natuna dan Matak ini mampu memancarkan data surveillance dengan daya jangkau sedikitnya 250 nautical miles (sekitar 463 kilometer) tanpa halangan (line of sight).

Tak hanya itu, kesepakatan ini mematok performa sistem yang sangat presisi. Pembaruan data posisi pesawat (aircraft update rate) ditetapkan setiap satu detik. Selain itu, 95 persen data dari ground station wajib diterima dalam kurun kurang dari dua detik.

Sistem ini juga dirancang memiliki availability atau tingkat ketersediaan layanan di atas 99,9 persen, lengkap dengan skema redundansi atau sistem cadangan guna menjamin keberlanjutan operasional tanpa henti.

Bagi AirNav Indonesia, kolaborasi ini merupakan langkah krusial untuk memperkuat interoperabilitas atau kemampuan sistem penerbangan agar saling terhubung secara terintegrasi dengan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Kerja sama ini memperkuat konektivitas layanan navigasi penerbangan nasional Indonesia dengan Singapura. Pertukaran data surveillance memungkinkan kedua pihak memiliki situational awareness yang lebih baik dan mendukung koordinasi pelayanan lalu lintas udara secara lebih efektif,” jelas Zainal.

Ia menegaskan, keberadaan titik pemantau di Natuna dan Matak memegang peran sentral dalam memastikan ketersediaan layanan surveillance yang andal di wilayah perbatasan, sekaligus menyambungkan layanan navigasi udara Indonesia ke tingkat regional.

Adapun perjanjian antara AirNav Indonesia dan CAAS ini juga mengatur dukungan komunikasi operasional, teknis, serta pemeliharaan rutin guna menjaga keandalan sistem dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *