ABNnews – Keributan riuh yang melibatkan sekitar 30 orang pecah di area food court Summarecon Mall Bekasi (SMB), Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pemicunya, seorang Sales Promotion Girl (SPG) merek minuman berinisial AS tak terima kerap digoda dan difoto secara diam-diam oleh karyawan pria kedai kentang goreng berinisial AM.
Peristiwa bentrok fisik antarpekerja tenant tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) malam dan sempat terekam kamera warga hingga viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, mengonfirmasi insiden perkelahian massal yang melibatkan dua kelompok pekerja tersebut.
“Melibatkan sejumlah pekerja dari dua tenant di area food court, Summarecon Mall Bekasi. Peristiwa itu bermula dari persoalan antarpekerja yang kemudian berkembang menjadi cekcok dan keributan antara rekan-rekan kedua pihak,” kata Kompol Verdika dikutip detikcom, Selasa (8/9/2026).
Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak sejumlah pria saling melayangkan pukulan keras di tengah kerumunan pengunjung mal sebelum akhirnya dilerai.
Kapolsek Bekasi Utara, AKP Tono Listianto, menguraikan bahwa aksi keributan dipicu oleh rasa kekesalan dan ketidaknyamanan korban AS atas tindakan usil AM yang berulang kali memprovokasi.
“Perkelahian antara pekerja booth A (minuman) dengan pekerja tenant T (brand kentang goreng) disebabkan karena pihak kesatu (SPG) tidak suka dan merasa tidak nyaman atas tindakan pihak kedua (karyawan kentang goreng) yang selalu menggoda pihak kesatu,” terang Tono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban AS mengaku sudah berulang kali digoda oleh pelaku AM sejak tahun 2025. Puncaknya, AS mendapati pelaku mengarahkan ponselnya untuk mengambil fotonya tanpa izin.
Merasa risih, AS kemudian mengadukan hal tersebut kepada atasannya berinisial F. Atasan korban sempat mendatangi booth kentang goreng untuk menegur pelaku dan berdialog dengan pengelola tenant tersebut. Persoalan tersebut sebenarnya sempat disepakati selesai secara kekeluargaan.
Namun, suasana kembali memanas saat jam operasional mal berakhir sekitar pukul 22.20 WIB. Ketika hendak pulang, adu mulut kembali terjadi antara rekan kerja korban dan kelompok pekerja kentang goreng hingga berujung perkelahian fisik.
“Kemudian pada Pukul 22.20 WIB pada saat hendak pulang kerja terjadi cek-cok mulut antara rekan kerja saksi 1 dengan para pekerja tenant kentang goreng dan berakibat terjadinya keributan (perkelahian adu fisik),” jelas Tono.
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Pihak manajemen mal bersama kepolisian lantas memfasilitasi proses mediasi antar kedua belah pihak hingga dini hari.
“Setelah dilakukan mediasi oleh pihak management SMB dengan semua pihak terkait diperoleh kesepakatan damai dan tidak dilanjutkan ke pihak kepolisian. Pukul 02.00 WIB mediasi selesai dan situasi aman kondusif,” pungkasnya.












