ABNnews – Kawasan Jakarta Pusat dikepung tiga aksi demonstrasi yang berlangsung di tiga lokasi berbeda pada Senin (7/9/2026).
Pihak kepolisian mengimbau para pengendara yang hendak melintas untuk mencari jalur alternatif demi menghindari penumpukan kendaraan dan potensi kemacetan parah.
Kasubsi Penmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang beraktivitas di seputaran titik-titik unjuk rasa tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” ujar Erlyn dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan data pihak kepolisian, tiga aksi massa tersebut terkonsentrasi di kawasan Gambir, Menteng, serta Slipi.
Aksi pertama digelar di Jalan Medan Merdeka Selatan, kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir.
“Unjuk rasa pertama ada Aksi Bakar Diri Saudara Riduan dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” ungkap Erlyn.
Selanjutnya, aksi kedua dipusatkan di depan Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Jalan Latuharhary, Menteng. Unjuk rasa di lokasi ini diusung oleh kelompok Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumut.
Sementara itu, titik aksi ketiga bertempat di depan Gedung DPR/MPR RI yang dilakukan oleh kelompok eks karyawan PT Hillconjaya Sakti.
Mengantisipasi gangguan kamtibmas dan kemacetan lalu lintas, sebanyak 760 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga polsek jajaran dikerahkan ke lokasi.
Pihak kepolisian juga siap menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar area demonstrasi. Skema pengalihan arus tersebut bersifat situasional dengan menyesuaikan dinamika serta volume massa di lapangan.












