Kalahkan Bandara New York dan Shanghai, Soekarno-Hatta Masuk Deretan Bandara Kuliner Terbaik Dunia

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Foto: Injourney Airport)

ABNnews – Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil mengalahkan kemewahan tempat makan di bandara kelas dunia seperti John F. Kennedy (JFK) New York hingga Shanghai Pudong.

Prestasi ini mengantarkan Soekarno-Hatta masuk dalam deretan bandara dengan kuliner transit terbaik di dunia.

Keberhasilan tersebut berdasarkan studi Best Airports for Layover Food yang dirilis oleh Airport Parking & Hotels (APH). Bandara Soekarno-Hatta sukses menduduki peringkat ke-6 dunia lantaran memiliki 133 restoran dan kafe yang tersebar di berbagai terminal penumpang untuk memanjakan para pelancong yang sedang transit.

Soekarno-Hatta berada tepat di bawah LaGuardia Airport New York (142 pilihan) di posisi kelima. Namun, Bandara Soekarno-Hatta terbukti lebih unggul dibanding deretan bandara tersibuk dunia lainnya:

* Ninoy Aquino International Airport Manila: 131 pilihan (Peringkat 7)

* John F. Kennedy International Airport New York: 129 pilihan (Peringkat 8)

* Shanghai Pudong International Airport: 126 pilihan (Peringkat 9)

* Istanbul Airport: 118 pilihan (Peringkat 10)


Adapun posisi puncak diisi oleh Bandara Changi Singapura (247 tempat makan), disusul O’Hare Chicago (210 tempat makan), Tokyo Haneda (173 tempat makan), dan Hartsfield-Jackson Atlanta (165 tempat makan).

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi gambaran pesatnya perkembangan fasilitas serta aktivitas komersial kawasan bandara.

“Pencapaian ini tentunya menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran 133 restoran dan kafe di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan penumpang yang memberikan pilihan dan kenyamanan selama berada di bandara,” ujar Heru, Senin (31/8/2026).

Heru menjelaskan, seiring tingginya mobilitas pengguna jasa penerbangan, keberagaman opsi kuliner menjadi elemen yang sangat krusial.

Hal ini sejalan dengan program transformasi berkelanjutan Soekarno-Hatta dalam memperkuat bisnis non-aeronautika lewat aksi beautification, perluasan area komersial, hingga penambahan rute internasional baru.

“Pertumbuhan bisnis non-aeronautika berjalan beriringan dengan upaya kami meningkatkan kualitas pengalaman penumpang. Beautification, pengembangan area komersial, dan bertambahnya konektivitas internasional akan terus kami dorong sehingga Soekarno-Hatta memiliki ekosistem bandara yang semakin lengkap,” jelasnya.

Langkah strategis ini sekaligus memperkuat posisi Soekarno-Hatta sebagai hub penerbangan utama di kawasan Asia Tenggara.

Dalam studinya, APH mengevaluasi 50 bandara tersibuk di seluruh dunia berdasarkan 12 indikator kenyamanan transit yang dirangkum dalam indeks Layover Score.

Selain jumlah dan rating tempat makan serta kisaran harganya, indikator yang dinilai meliputi fasilitas shower, sleeping pods, koneksi Wi-Fi, ketersediaan ATM, jumlah dan tarif lounge, frekuensi penerbangan harian, hingga ulasan pengguna di Google Reviews.

Heru menambahkan, pengakuan skala global ini bakal menjadi amunisi tambahan bagi pengelola untuk terus berinovasi tanpa henti.

“Kami tidak ingin berhenti pada capaian ini. Yang terpenting adalah bagaimana setiap pengembangan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi penumpang. Kami akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, area komersial maupun pelayanan, agar pengalaman perjalanan di Soekarno-Hatta semakin nyaman dan berkesan,” pungkas Heru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *