banner 728x250

Sadis! Bocah 12 Tahun di Makassar Dibunuh dan Diperkosa Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Nonton Film Porno

Terduga pelaku pembunuhan bocah 12 tahun di Makassar. (Foto: istimewa)

ABNnews — Anak perempuan berusia 12 tahun di Kota Makassar, Sulsel, ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana di rumah kosong. Bocah malang itu menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri.

Terduga pelaku telah ditangkap aparat kepolisian. Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, Rabu (27/05) mengatakan, pelaku sempat berupaya mengecoh polisi dengan cara berpura-pura membuat keributan di dekat lokasi kejadian. “Dia buat keributan mengejar warga, anak-anak di sana pakai parang,” kata Arya.

Arya mengatakan aksi nekat pelaku IK dilakukan saat polisi tengah sibuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada saat yang sama, tim penyidik juga sedang menggali informasi dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan jasad korban. “Saat lagi olah TKP ternyata ada yang ribut-ribut di sana. Yang ribut-ribut ini ternyata pelaku,” ucapnya.

Arya menyebut pelaku sengaja memicu kegaduhan demi mengalihkan fokus aparat. Namun akibat tindakan berbahayanya yang mengancam keselamatan warga dengan sebilah parang, pelaku justru langsung diringkus oleh polisi. “Mungkin mengalihkan perhatian polisi, (jadi) dia diamankan karena bawa parang, berusaha mengecoh,” ujarnya.

Saat diamankan, terduga pelaku mengakui perbuatannya setelah diinterogasi secara mendalam. Pelaku tega melakukan perbuatan bejatnya, kepada korban karena terbawa nafsu birahi.

“Berdasarkan keterangan dari pelaku, memang sudah memperhatikan korban sejak lama. Selain itu, dia juga pengguna narkotika dan sering nonton film porno di ponselnya. Itu awal yang memicu dia melihat anak umur 12 tahun ini,” ujar Kapolrestabes.

Modus yang dilakukan pelaku memanggil korban untuk dibelikan air mineral. Setelah korban membelikannya, kemudian disuruh membeli makanan. Setelah korban kembali membawakan makanan ke pelaku, lalu diseret masuk rumah kosong.

“Korban langsung dibekap mulutnya, setelah itu dibenturkan kepalanya, karena memang meronta. Kepala korban dibenturkan ke bawah (lantai) dan sangat tidak manusiawi,” tutur Arya.

Tidak sampai di situ, lanjut Arya, perbuatan kejinya kembali dilancarkan pelaku. Setelah korban pingsan, ia kembali melakukan aksi bejatnya.

Mengenai penyebab kematian korban, kata mantan Kapolres Metro Depok ini, pihaknya masih menunggu hasil otopsi secara resmi dan akan dijelaskan nanti oleh tim dokter.

Penemuan jenazah korban berawal saat salah seorang warga setempat bernama Mahyudin diberitahu orang yang hendak buang air kecil di rumah kosong tersebut menemukan kaki pada Rabu (27/05) subuh.

Saat dicek, ternyata mayat seorang anak perempuan dengan kondisi telanjang dalam toilet, kepalanya di tutupi televisi tabung.

Saksi melaporkan ke personel polisi di pemukiman sekitar, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tallo. Setibanya di lokasi, personel lalu memasang garis polisi untuk pengamanan. Kemudian, jenazah korban dibawa ke RS Bayangkara untuk diotopsi

“Informasi ada penemuan mayat, kita melakukan penutupan TKP dan berkoordinasi dengan Dokpol dan Inafis. Kita menunggu hasil pemeriksaan. Kalau korban di bawah umur, seorang perempuan, kelas tiga SD. Tim forensik masih mendalami, kami belum bisa memastikan luka di tubuh korban,” kata Kapolsek Tallo AKP Asfada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *