banner 728x250

Update Haji 2026: 23 Jemaah Wafat, Jubir Kemenhaj Ingatkan Persiapan Fisik Jelang Puncak Arafah

Ilustrasi penanganan jemaah haji yang mengalami sakit di tanah suci. (Ist)

ABNnews – Operasional ibadah haji 1447 H/2026 M telah memasuki hari ke-20. Di tengah kelancaran pemberangkatan ratusan ribu jemaah, kabar duka menyelimuti Tanah Suci dengan total 23 jemaah Indonesia dilaporkan wafat hingga Minggu (10/5/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pun memberikan peringatan serius bagi jemaah yang kini berada di Arab Saudi. Selain soal kesehatan, pengawasan terhadap haji ilegal atau nonprosedural kini semakin diperketat.

Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tiga jemaah tambahan pada Sabtu (9/5). Mereka adalah Rodiyah Wayan (SOC 3) asal Tegal, Kamariah Dul Tayib (SUB 8) asal Pasuruan, dan Nursidah Sinrang Sijarra (UPG 5) asal Gowa. Dengan tambahan ini, total jemaah RI yang wafat mencapai 23 orang.

“Kami mendoakan para jemaah mendapatkan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, di Makkah.

Ichsan mengingatkan jemaah untuk tidak menganggap remeh cuaca di Makkah dan Madinah yang saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius. Mengingat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah di depan mata, stamina adalah kunci utama.

“Puncak haji butuh stamina besar. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Kurangi aktivitas yang menguras fisik di siang hari dan perbanyak minum air putih,” tegas Ichsan.

Ia juga meminta jemaah lansia dan komorbid untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang siaga 24 jam.

Pemerintah secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji menggunakan visa non-haji. Untuk mengantisipasi hal ini, Satgas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural telah dibentuk dengan melibatkan Bareskrim Polri hingga Kementerian Imigrasi.

“Haji harus jalur resmi. Praktik nonprosedural sangat berisiko karena jemaah berada di luar sistem perlindungan resmi. Kami akan menindak tegas pihak-pihak yang memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji secara ilegal,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 323 kloter dengan total 125.243 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Khusus untuk jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah, Ichsan mengingatkan kewajiban mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi.

“Kepatuhan kecil seperti mengenakan ihram sesuai ketentuan adalah bagian dari disiplin ibadah agar seluruh rangkaian berjalan sah dan tertib,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *