banner 728x250

Siap-siap! Mulai 1 Juli Kereta Api RI Pakai Biodiesel B50, Ini Bocoran Uji Cobanya!

Foto dok Kementerian ESDM

ABNnews – Indonesia kian serius memperkuat kemandirian energi nasional. Di tengah tantangan ketahanan pasokan energi global, pemerintah tancap gas melakukan uji coba penggunaan biodiesel B50 (campuran 50% biodiesel sawit dan 50% solar) pada sektor transportasi strategis, yakni kereta api.

Uji coba ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap menerapkan B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 mendatang.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan B50 merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Setelah enam bulan sukses melakukan uji coba pada alat berat, kapal, dan truk, kini giliran sektor perkeretaapian yang disasar.

“Sudah hampir 6 bulan kita melakukan uji pakai (B50) untuk di beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, truk, dan sekarang masih bergulir terus. Tapi sebentar lagi akan final dan sampai dengan hari ini uji cobanya alhamdulillah cukup baik,” ungkap Bahlil.

Ia pun memastikan target implementasi B50 secara nasional tidak akan mundur.

“1 Juli mulai diterapkan implementasi B50. Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif,” tambahnya.

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa sektor kereta api memang menjadi bagian akhir dari rangkaian uji coba yang dimulai sejak Desember 2025 lalu.

“Kita sudah mulai seluruh rangkaian dari uji pelaksanaan di otomotif, di pertambangan, di alat pertanian, uji di perkapalan, uji di genset dan terakhir ini uji di perkeretaapian, karena kita harus menunggu lebaran selesai,” ujar Eniya di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (27/4/2026).

Ada dua pengujian utama untuk kereta api:
1. Uji Genset: Dilakukan di Stasiun Lempuyangan untuk kereta yang melayani rute Yogyakarta-Jakarta (durasi 2.400 jam).

2. Uji Lokomotif: Dilakukan di Surabaya dengan durasi enam bulan.


Menurut Eniya, karena mesin kereta api masuk kategori low speed engine, ia optimis B50 akan bekerja maksimal.

“Pasti akan jalan untuk kereta. Nah nanti kita lihat di perkeretaapian ini filternya seperti apa,” jelasnya.

PT KAI (Persero) menyatakan dukungan penuh terhadap transisi energi ini. Direktur Pengelola Sarana Prasarana PT KAI, Heru Kuswanto, menyebut pihaknya siap berkolaborasi demi mewujudkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Meski mendukung, PT KAI tetap menekankan pentingnya evaluasi teknis yang ketat guna memastikan keselamatan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga sektor ini mendukung transisi energi,” ujar Heru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *