ABNnews — Pria bernama Cole Thomas Allen, 31 tahun, asal Torrance, California, jadi tersangka penembakan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. di acara ‘White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton pada Sabtu (25/04) pukul 20.35 waktu setempat.
Bagaimana Cole Tomas Allen, menerobos penjagaan super ketat di acara tersebut? Mengutip bbcindonesia, Allen dilaporkan berlari ke ruang transisi yang menghubungkan hotel dengan ballroom. Dia berupaya menerobos para petugas keamanan dan pos pemeriksaan yang dilengkapi detektor logam.
Koresponden BBC di Amerika Utara, Gary O’Donoghue, yang menghadiri acara makan malam tersebut mengisahkan, sekitar pukul 20:35 waktu setempat, dari pintu-pintu utama ballroom terdengar suara-suara dentuman dari arah tersebut. Tidak jelas suara apa itu, tetapi bunyinya mirip tembakan otomatis.
Sementara Daniel Bush, koresponden BBC yang juga berada di lokasi jamuan makan malam, menuturkan terjadi kebingungan luas di dalam ballroom. Para tamu berlindung di bawah meja ketika suara yang terdengar seperti tembakan terdengar di dekat ballroom.
Anggota Dinas Rahasia langaung mengambil tindakan. Presiden AS, Donald Trump, dan para pejabat lainnya, termasuk Direktur FBI Kash Patel, segera dievakuasi dari Washington Hilton.
Dentuman keras terdengar, lalu sejumlah anggota Dinas Rahasia mengawal presiden keluar dari lokasi sambil berteriak, “tiarap, tiarap”. Stephen Miller, penasihat utama Trump, terlihat dikawal keluar dari kerumunan dan meninggalkan lokasi.
Sebagian besar tamu lainnya awalnya berjongkok saat kekacauan terjadi, tetapi tetap berada di dalam gedung setelah presiden dievakuasi.
Selanjutnya, Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengonfirmasi seorang tersangka ditahan. “Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Wilayah Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan,” sebut keterangan FBI.
Nama Cole Tomas Allen, 31, warga Torrance, California, mencuat sebagai tersangka sebagaimana dilaporkan media-media di Negara Paman Sam.
Jeffrey Carol, kepala sementara Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, mengatakan tersangka merupakan tamu hotel, tempat jamuan makan malam berlangsung. “Kamar hotel tersangka kini sedang diselidiki,” kata Caroll.
Ia mengatakan, tersangka tidak terkena tembakan, dan tampaknya tersangka bertindak seorang diri. Ia juga mengungkap, tersangka memiliki beberapa senjata. “Ia bersenjata dengan senapan shotgun, sebuah pistol, dan beberapa pisau,” katanya.
Carrol lebih jauh mengaku pihaknya belum mengetahui motif tersangka pelaku. Ia menepis bahwa terjadinya insiden penembakan ini bukan berarti kegagalan keamanan. “Pos pemeriksaan, tempat tersangka ditangkap, memang berfungsi sebagaimana mestinya,” kata Carroll.
Terpisah, Jeanine Pirro, jaksa AS untuk Washington, mengatakan tersangka menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dalam tindak kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal dengan menggunakan senjata berbahaya.
Pirro mengatakan tersangka akan menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan federal pada Senin (27/04).













