banner 728x250

Prabowo Perintahkan ‘Revolusi’ Rel di Luar Jawa, Kalimantan Mulai dari Nol!

Ilustrasi. Foto dok PT Kereta Api Indonesia (Persero)

ABNnews – Pemerintah Indonesia mulai tancap gas untuk mempercepat pengembangan jaringan kereta api di luar Pulau Jawa. Langkah strategis ini dilakukan untuk menekan biaya logistik, mengurangi ketimpangan wilayah, sekaligus memperkuat konektivitas nasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pengembangan kereta api lintas pulau ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), khususnya di sektor infrastruktur.

Pemerintah memastikan Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi menjadi fokus utama pembangunan jaringan kereta api. AHY menjelaskan, masing-masing pulau memiliki tantangan dan potensi yang berbeda:

Sumatra, Fokus pada penguatan jaringan yang sudah ada serta perluasan jalur baru agar konektivitas masyarakat semakin mumpuni.


Sulawesi, Integrasi menjadi kunci. Jaringan kereta api yang sedang dikebut pengembangannya akan dihubungkan langsung dengan kawasan industri dan pusat komoditas unggulan.


Kalimantan: Tantangan paling besar karena belum memiliki jalur sama sekali.

“Ini menjadi peluang besar bagi kita untuk membangun dari awal dengan perencanaan yang lebih baik, termasuk untuk mendukung logistik dan komoditas,” jelas AHY.

AHY secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain dalam hal transportasi berbasis rel. Hal ini terlihat dari kontribusi kereta api yang masih sangat minim bagi mobilitas dan logistik nasional.

“Kita harus jujur melihat kondisi hari ini. Jaringan kereta api kita masih sangat terbatas. Angkutan penumpang kereta api saat ini baru mencapai sekitar 4%, sementara logistik baru menguasai sekitar 1% pasar pengiriman,” ungkap AHY.

Meski demikian, kondisi ini bukan untuk membuat pemerintah pesimis, melainkan menjadi pemicu agar bekerja lebih keras dan terarah.

Di luar efisiensi logistik, pengembangan kereta api juga merupakan bagian dari komitmen Indonesia menuju net zero emission. AHY menyoroti bahwa kereta api adalah moda transportasi dengan keunggulan efisiensi tinggi.

Bahkan, kontribusi emisi gas rumah kaca dari sektor kereta api sangat rendah, yakni kurang dari 1%. Karena itu, pemerintah berkomitmen mendorong moda transportasi ini sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

Untuk mewujudkan visi besar ini, AHY menekankan perlunya kolaborasi lintas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.

“Ini adalah visi besar Bapak Presiden. Kita ingin memastikan Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh,” pungkas AHY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *