ABNnews – Pemerintah Indonesia tancap gas memacu transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Salah satu fokus utamanya adalah membangun industri kendaraan listrik nasional yang mumpuni. Kabar terbarunya, pemerintah kini tengah menyiapkan langkah strategis agar mobil listrik ‘buatan RI’ bisa diproduksi massal pada 2028.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemerintah tidak hanya sekadar mendorong produksi. Mereka bahkan siap jadi ‘pemain’ utama dengan menjadikan instansi pemerintah sebagai early adopter alias pengguna pertama kendaraan listrik lokal.
“Pemerintah serius membangun industri kendaraan listrik nasional secara menyeluruh. Kami tidak hanya mendorong sisi produksi, tetapi juga memberikan sinyal pasar yang kuat dengan menjadikan pemerintah sebagai early adopter bagi kendaraan listrik produksi dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Data Kemenperin menunjukkan tingkat Compound Annual Growth Rate (CAGR) industri ini menembus angka lebih dari 140 persen dalam lima tahun terakhir.
Pangsa pasarnya pun makin moncer. Pada 2025, market share kendaraan listrik sudah mencapai 21,71 persen, dengan rincian: BEV (Battery Electric Vehicle) 12,93 persen, HEV (Hybrid Electric Vehicle) 8,13 persen, dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) 0,65 persen.
Tren positif ini diperkirakan bakal terus berlanjut pada 2026 seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah pabrikan baru yang memanfaatkan program insentif kendaraan listrik (completely built up atau CBU).
Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki negara lain, yakni rantai pasok baterai yang terintegrasi. Saat ini, RI sudah memiliki fasilitas lengkap mulai dari refinery (pemurnian), produksi sel baterai, hingga pengolahan ulang (recycling).
Kepercayaan investor global pun makin tinggi. Sejumlah pemain besar seperti Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, SGMW Motors Indonesia, hingga Industri Baterai Indonesia telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka.
Demi memperkuat ekosistem dan memperluas segmen pasar, pemerintah saat ini tengah mematangkan rencana pembentukan perusahaan khusus untuk memproduksi mobil listrik nasional.
Langkah ini menjadi kunci untuk mewujudkan target ambisius, yakni produksi massal kendaraan listrik ‘asli’ Indonesia pada tahun 2028.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta sinergi lintas sektor, Indonesia optimis mampu menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global sekaligus mempercepat terciptanya ekonomi hijau.













