banner 728x250

Bukan Cuma Jago Kandang, Otomotif RI Kini Tembus Pasar di 100 Negara!

Foto dok Kemenko Perekonomian

ABNnews – Industri otomotif nasional kini makin unjuk gigi di kancah internasional. Tak lagi sekadar jago kandang, produk otomotif RI terbukti mampu bersaing dan kini telah menembus pasar di lebih dari 100 negara. Pemerintah pun terus tancap gas memperkuat ekosistem rantai pasok agar daya saing industri otomotif dalam negeri makin mentereng.

Pemerintah menempatkan sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi yang strategis dalam menopang pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara khusus memberikan pujian kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) atas pencapaian ekspor mereka. Hal ini disampaikan Airlangga saat menghadiri Forum Diskusi Pengembangan Industri Otomotif di Tangerang, Senin (20/4/2026).

“Apresiasi saya berikan kepada TMMIN. Saya juga mengapresiasi momentum ekspor tiga juta unit beberapa waktu yang lalu. Dan ini menunjukkan bahwa Toyota mampu memenuhi standar kualitas global di lebih 100 negara,” ujar Airlangga.

Forum ini sendiri menjadi wadah strategis bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menyelaraskan arah kebijakan serta mencari peluang kolaborasi agar industri nasional tetap berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi dunia yang tak menentu, sektor otomotif tetap menjadi motor penggerak ekonomi yang vital. Industri ini bukan hanya soal jual-beli kendaraan, tetapi roda penggerak ekonomi yang menghidupi sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui ekosistem rantai pasoknya.

Meski ditekan oleh kondisi permintaan dan persaingan global yang makin ketat, industri ini tetap menjadi sektor andalan yang diperjuangkan daya saingnya.

Untuk menjaga posisi Indonesia di peta otomotif global, Pemerintah terus mendorong penguatan struktur industri melalui beberapa langkah strategis:
* Pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV): Mempercepat transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan.

* Pemanfaatan nikel: Menggenjot investasi pada baterai berbasis nikel untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional.

* Penguatan rantai pasok domestik: Memastikan ekosistem di dalam negeri lebih tangguh dan kompetitif.


Menko Airlangga menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama untuk memenangkan persaingan di masa depan.

“Saya berharap dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan yang hadir di sini, kita terus mengupayakan agar industri Indonesia terus dapat bersaing,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *