banner 728x250

Bukan Kaleng-kaleng! Ekspor Baju Jadi RI Bikin Surplus USD 3,4 Miliar, Intip Rahasianya di Sini

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) nggak mau main-main dalam memperkuat daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Lewat ajang bergengsi Indo Intertex – Inatex 2026, pemerintah pamer kekuatan kalau industri tekstil RI masih sangat seksi buat investasi dan adopsi teknologi terbaru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan fakta menarik, detikers. Ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan pertumbuhan 5,11% di tahun 2025. Yang bikin bangga, sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30%, alias sukses melampaui pertumbuhan ekonomi nasional buat pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir!

“Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi 19,07% terhadap PDB nasional, mendominasi ekspor hingga 84,89% dari total ekspor nasional, dan menyerap 20,31 juta tenaga kerja,” ungkap Agus pada pembukaan Indo Intertex – Inatex 2026 di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Khusus buat urusan kain dan baju, kinerjanya juga nggak kalah moncer. Sepanjang 2025, industri TPT tumbuh 3,55% (yoy) dengan nilai ekspor mencapai USD 12,08 miliar. Hasilnya? Kita dapat surplus USD 3,45 miliar yang terutama disumbang oleh ekspor pakaian jadi.

Nggak cuma jago jualan, sektor ini juga magnet buat duit gede. Nilai investasinya mencapai Rp 20,23 triliun dan menghidupi sekitar 3,96 juta orang atau hampir 20% dari total tenaga kerja industri pengolahan.

“Industri TPT mencerminkan masih terjaganya kepercayaan dari pihak investor di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini,” tegas Menperin.

Meski lagi di atas angin, Menperin mengakui tantangan seperti kenaikan harga bahan baku global dan disrupsi rantai pasok masih menghantui. Makanya, lewat pameran ini, para pelaku usaha diajak untuk “kawin” dengan teknologi Industri 4.0 dan prinsip keberlanjutan (sustainability).

Pemerintah berjanji bakal terus kasih “vitamin” berupa fasilitas fiskal maupun nonfiskal guna meningkatkan produktivitas dari hulu hingga hilir. Agus meyakini kalau badai geopolitik nggak akan berlangsung lama, dan mereka yang resilien akan lebih cepat bangkit.

“Optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan akan lebih cepat melesat ketika situasi kembali normal. Pemerintah akan terus hadir sebagai mitra strategis,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *