banner 728x250
Hikmah  

Munafik, Hipokrit Dan Oportunis

ABNnews – Kemunafikan, penyakit hati yang berbahaya dan merusak. Sifat hipokrit dan oportunis yang dimiliki oleh orang munafik menyebabkan kerusakan dalam tatanan sosial dan harmoni masyarakat. Juga dapat menimbulkan fitnah, perpecahan, dan ketidakpercayaan. Tindakan mereka sering kali menyebabkan konflik dan ketidakstabilan.

Bahaya laten dari kemunafikan terletak pada ketidakjujuran dan kepura-puraan yang dapat merusak kepercayaan dan keharmonisan sosial. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An-Nisa: 145)

Rasulullah pernah bersabda sangat mengkhawatirkan tentang umatnya yang munafik. Salah satu cirinya adalah pandai berbicara tapi dia suka berdusta. ”Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti yang menimpa umatku, adalah setiap munafik yang pandai bicara (bersilat lidah ).” (HR. Ahmad).

Dalam perjalanan perjuangan Rasulullah menyampaikan risalah kebenaran Islam ada orang-orang munafik berdusta tidak mau mengakui perkataan yang sebenarnya dengan tujuan tertentu sehingga turunlah beberapa ayat dalam Al Qur’an salah satu diantaranya tentang kisah Julas bin Suwaid dalam surat at-Taubah ayat 74.

Julas bin Suwaid adalah sahabat yang tidak ikut serta dalam Perang Tabuk, ia dan satu temannya bernama Wadiah bin Tsabit berkata, “Andai apa yang disampaikan Nabi kepada kita itu benar , maka kita lebih hina dari seekor keledai.”

Ucapan tersebut didengar Sahabat Umar bin Saad, lalu ia laporkan kepada Rasulullah. Tapi Julas bin Suwaid tidak mengakui bila ia telah berkata demikian.

Kemudian turunlah ayat: “Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka……” (QS. at-Taubah : 74).

Rasulullah bersabda salah satu tanda munafik itu suka berdusta :”Tanda orang munafik ada tiga, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tanda orang munafik lainnya yang bisa dikatagorikan munafik antara lain khianat, ingkar janji

Dalam peperangan Tabuk ketika Rasulullah kembali bersama para sahabat ke Madinah diam-diam sekelompok kaum munafik bermaksud membunuh Rasulullah dengan cara melemparkan Nabi dari atas bukit.

Allah memberitahukan kepada Rasulullah tentang rencana jahat orang-orang munafik itu. Rasulullah menunjuk Hudzaifah menjadi seorang kepercayaan Nabi agar tidak mengatakan kepada siapapun nama-nama orang munafik yang akan membunuh Rasulullah. Bahkan sampai Rasulullah wafat pun Hudzaifah tetap merahasiakan pesan Rasulullah itu.

Rasulullah juga memerintahkan Hudzaifah agar memantau gerak-gerik dan mengantisipasi bahaya orang-orang munafik itu terhadap Islam dan kaum muslimin.

Hudzaifah bertanya: ”Ya Rasulullah kenapa tidak engkau perintahkan saja untuk membunuh mereka” Namun jawab Rasulullah,”Aku tidak ingin orang-orang berkata bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya.”

Penyebab Kemunafikan

Dikutip dari berbagai sumber, penyebab kemunafikan, diantaranya
kelemahan Iman, mudah tergoda untuk menampilkan sikap pura-pura beriman demi mendapatkan keuntungan duniawi.

قُلْ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penyebab kemunafikan lainnya adalah dorongan untuk mendapatkan kedudukan, kekayaan, atau penerimaan sosial dapat mendorong seseorang untuk bersikap munafik.

تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal: 67)

Tanda-tanda atau Ciri-ciri Munafik

Rasulullah SAW memberikan indikasi jelas tentang ciri-ciri orang munafik:

Rasulullah SAW bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanat ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tanda-tanda lainnya adalah riya, malas beribadah, tidak konsisten atau menyatakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir (lagi), kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka dan tidak (pula) menunjukkan jalan kepada mereka.” (QS. An-Nisa). Wallohu a’lambishshawab/H Ali Akbar Soleman Batubara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *