banner 728x250

IKM Lokal Siap Go Global! Bahan Baku Logam Murah Bikin Purbalingga Jadi Pusat Otomotif Baru

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) alat angkut agar makin kuat bersaing.

Salah satunya lewat jaminan ketersediaan bahan baku logam yang standar, kompetitif, dan berkelanjutan untuk mendukung rantai pasok otomotif nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penguatan rantai pasok ini penting agar IKM bisa makin produktif dan efisien. “Melalui upaya strategis ini, kami optimistis IKM alat angkut bisa siap masuk ke jaringan industri otomotif nasional maupun global,” kata Agus di Jakarta, Jumat (29/8).

Salah satu langkah nyata Kemenperin adalah memperkuat Material Center di UPTD Pengembangan Industri Logam (PILOG) Purbalingga, Jawa Tengah. Fasilitas ini jadi pusat penyediaan bahan baku logam untuk IKM dengan harga lebih bersaing.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menjelaskan Material Center punya peran penting dalam menjaga rantai pasok otomotif. “Kehadiran Material Center di Purbalingga jadi kunci agar IKM bisa lebih mudah mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga kompetitif,” ujarnya.

Reni menambahkan industri otomotif Indonesia punya peluang besar menembus pasar global. Data AISI menunjukkan ekspor sepeda motor CBU dan part by part pada Juli 2025 mencatat rekor tertinggi, yakni 50.042 unit CBU, 12.972.706 unit part by part, serta ekspor CKD sebesar 678.227 unit. Secara total, Januari–Juli 2025 ekspor roda dua tembus lebih dari 5,1 juta unit plus 75,7 juta unit part by part.

“Capaian ini membuktikan produk otomotif Indonesia, termasuk komponen buatan IKM, makin diminati dunia. Dengan bahan baku yang terjamin, IKM bisa memperkuat posisi di rantai pasok global,” tegasnya.

Ke depan, IKM juga diharapkan siap bertransformasi ke arah modern manufacturing seiring tren kendaraan listrik. “Produksi harus menuju mass production dengan menjaga aspek quality, cost, and delivery (QCD),” kata Reni.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, menambahkan pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemasok logam nasional seperti PT Hanwa Steel Service Indonesia, PT Tatalogam Lestari, dan PT Supra Teratai Metal.

Pengiriman perdana bahan baku sekitar 8 ton sudah dilakukan pada 20 Agustus 2025. Sehari setelahnya, tim tenaga ahli turun ke lapangan untuk menata sistem pergudangan agar lebih efisien.

“Dengan pengiriman perdana ini, kami ingin memastikan pelaku IKM tidak lagi terkendala bahan baku, sehingga bisa fokus meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi,” ujar Dini.

Ke depan, Kemenperin juga akan memasang aplikasi inventory dan delivery dengan GPS tracking untuk memantau pergerakan material secara real time. Sistem ini diharapkan bisa menekan biaya logistik dan meningkatkan transparansi.

“Kami percaya langkah ini akan berdampak ganda. Tidak hanya menguatkan IKM, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Harapan kami model ini bisa direplikasi ke sentra IKM lain di seluruh Indonesia,” pungkas Dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *