ABNnews – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membocorkan paket stimulus ekonomi jumbo era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk akhir tahun.
Berbagai insentif disiapkan mulai dari program pembukaan rekening bank gratis plus saldo awal, Bantuan Subsidi Upah (BSU), hingga diskon masif tiket transportasi publik.
Airlangga menjelaskan bahwa salah satu program prioritas yang tengah digodok yakni program ‘Satu Orang Satu Rekening’. Kebijakan ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mempermudah penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Dalam program ini, pemerintah menargetkan pembukaan rekening gratis bagi 25,16 juta penduduk dewasa, di mana setiap rekening baru akan langsung diisi saldo awal sebesar Rp 50.000. Total anggaran yang dikucurkan pemerintah khusus untuk membiayai program ini mencapai Rp 1,28 triliun.
“Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” ujar Airlangga, dikutip dari situs resmi Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jumat (6/11/2026).
Program Satu Orang Satu Rekening ditargetkan secara spesifik kepada warga berusia 17 tahun ke atas yang tergolong dalam kelompok ekonomi desil 1 hingga desil 4 yang belum memiliki rekening bank (unbanked).
Selain program rekening gratis, paket stimulus akhir tahun ini juga mencakup penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Kabar baik juga mengucur bagi kelompok buruh dan pekerja. Pemerintah bersiap mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp 900.000 untuk 13,3 juta pekerja di seluruh Indonesia.
“Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp 900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta atau di bawah UMP (Upah Minimum Provinsi),” terang Airlangga.
Guna menggairahkan perekonomian dan menekan beban ongkos mudik masyarakat selama masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), pemerintah turut mengucurkan insentif transportasi di berbagai moda.
“PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik per 22 Desember sampai dengan 10 Januari. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi,” jelas Airlangga.
Sementara untuk pengguna transportasi udara dan darat lainnya, pemerintah memangkas harga tiket kereta api sebesar 30 persen bagi 1,04 juta penumpang untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Di jalur laut, insentif diberikan kepada 414.000 penumpang kapal PT Pelni. Tak hanya itu, tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry dipastikan gratis total bagi 1,42 juta penumpang sepanjang periode 22 Desember hingga 10 Januari.
Pemerintah menegaskan bahwa stimulus ekonomi tidak akan berhenti di penghujung tahun 2026. Berbagai rancangan insentif dan perluasan program ekonomi strategis kini sedang disiapkan untuk dilanjutkan pada tahun 2027 mendatang.












