ABNnews – Pelatih asal Korea Selatan, Park Hang Seo, terlibat cekcok sengit hingga ngamuk usai menjadi sasaran ejekan bernuansa rasisme dari suporter lawan di Thailand. Emosi mantan juru taktik timnas Vietnam itu meledak di area lapangan hijau.
Park yang kini membesut Kanchanaburi Power FC baru saja sukses membawa timnya menahan imbang tuan rumah Pattaya United dengan skor 2-2 pada pekan kesembilan Thai League 2, Minggu (1/11/2026).
Insiden yang menyulut emosi Park meledak terjadi tepat setelah peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Muncul dugaan kuat adanya ujaran rasial serta gestur menghina yang dilayangkan oleh oknum suporter tuan rumah kepada pelatih gaek tersebut.
Berdasarkan laporan media Chosun, beberapa suporter Pattaya United berulang kali meneriakkan kata “kimchi”—makanan tradisional khas Korea Selatan—yang disertai dengan umpatan kasar dan gestur menghina.
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, Park merespons provokasi tersebut dengan kemarahan meluap-luap. Ia tampak menatap tajam ke arah tribune penonton dengan mata melotot sambil berteriak histeris.
Tak sampai di situ, Park juga mengepalkan tangan dan sempat melakukan gestur menantang seolah menyuruh suporter lawan turun ke lapangan untuk berkelahi dengannya.
Suasana stadion seketika berubah mencekam. Provokasi dari tribun penonton terus berlanjut lantaran pelatih asal Negeri Ginseng itu menolak mundur dari area konfrontasi.
Meskipun sudah dilerai oleh sejumlah tim ofisial dari kedua klub, Park masih tampak tidak terima atas perlakuan tersebut. Beruntung, insiden panas itu tidak sampai berujung pada bentrokan fisik di lapangan.
Tim ofisial Kanchanaburi akhirnya berhasil merangkul dan menggiring Park Hang Seo beserta para pemain menuju ruang ganti guna mencegah keributan yang lebih besar.
Belakangan ini, nama Park Hang Seo memang kerap menjadi sorotan tajam di kancah sepak bola Thailand menyusul berbagai kritik pedas yang dilontarkannya di media massa.
Pada September lalu, ia sempat melancarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit lokal dan menyiratkan hal itu sebagai alasan mengapa sepak bola Thailand sering kalah dari Vietnam.
Pernyataan tersebut sempat menuai gelombang kecaman keras dari berbagai pihak di Thailand. Meski Park kemudian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, tensi kekesalan sebagian publik tuan rumah dikabarkan belum sepenuhnya mereda.
Kali ini, aksi ejekan suporter lawan tampaknya secara khusus menyasar latar belakang kewarganegaraan Korea Selatan yang disandangnya. Insiden rasisme dan respons emosional ini diprediksi bakal segera diselidiki lebih lanjut oleh Komite Disiplin (Komdis) sepak bola Thailand.












