KMP Batumandi Tenggelam Usai Terbakar di Merak, Pemerintah Siapkan Operasi Salvage Pengangkatan Kapal

Foto dok Kemenhub

ABNnews – Usai sempat terbakar dan akhirnya terbalik hingga tenggelam di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Banten, pemerintah kini menyiapkan langkah teknis lanjutan berupa operasi salvage untuk mengangkat bangkai kapal KMP Batumandi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh dari aspek keselamatan hingga hak-hak penumpang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa tahap berikutnya adalah melakukan asesmen terhadap posisi dan kondisi KMP Batumandi sebagai dasar penentuan tindakan pengangkatan kapal tersebut.

“Penanganan lokasi kapal tenggelam juga harus dilakukan berdasarkan asesmen teknis dan koordinasi dengan otoritas berwenang agar tidak menimbulkan risiko baru bagi pengguna jalur pelayaran,” kata Menhub Dudy di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Pelaksanaan operasi salvage nantinya akan mempertimbangkan faktor keselamatan, keamanan, kondisi arus perairan, serta dampaknya terhadap alur pelayaran dan lingkungan laut.

Insiden bermula ketika api membakar KMP Batumandi di alur masuk penyeberangan Merak pada Selasa (20/10/2026) sore. Usai kejadian, Menhub Dudy segera bertolak ke Pelabuhan Merak untuk meninjau langsung proses evakuasi.

Kapal tersebut akhirnya terbalik dan tenggelam di perairan Merak pada Rabu (21/10/2026) malam. Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebanyak 420 penumpang telah berhasil dievakuasi dengan selamat saat kebakaran terjadi.

“Kami meminta seluruh pihak terkait memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, termasuk tindak lanjut terhadap hak-hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Dudy.

Saat ini, Kemenhub terus berkoordinasi dengan ASDP dan PT Jasa Raharja untuk memproses pemenuhan klaim asuransi serta ganti rugi atas kerugian material yang dialami para korban.

Masyarakat dan korban terdampak diimbau untuk mengikuti petunjuk resmi serta mengunggah dokumen pendukung melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan oleh pihak ASDP.

Guna mencegah risiko benturan navigasi bagi kapal melintas maupun aktivitas nelayan lokal, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama ASDP memasang buoy (pelampung penanda) di titik lokasi tenggelamnya KMP Batumandi.

Peringatan navigasi juga terus disiarkan kepada seluruh kapal yang beroperasi di sekitar kawasan alur pelayaran Merak.

Meski terjadi insiden, Kemenhub memastikan layanan penyeberangan lintasan Merak–Bakauheni tetap berjalan normal. Pengaturan operasional terus disesuaikan agar mobilitas masyarakat dan pasokan logistik tidak terganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *