Peringati Hari ATC Sedunia, AirNav Indonesia Geber Modernisasi Layanan Navigasi Udara!

Foto: AirNav Indonesia

ABNnews – Bertepatan dengan peringatan Hari Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller/ATC) Sedunia pada Selasa (20/10/2026), AirNav Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan navigasi penerbangan nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret lewat modernisasi sistem di empat pusat pelayanan, penguatan fasilitas operasional, hingga pengembangan kompetensi para personel.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menegaskan bahwa seluruh langkah pengembangan ini difokuskan untuk mendukung keselamatan, keandalan, serta efisiensi pelayanan penerbangan nasional.

“Komitmen itu kami wujudkan melalui pembaruan sistem dan fasilitas, penguatan kemampuan personel, serta pengembangan prosedur operasional. Pemandu lalu lintas udara harus didukung perangkat yang andal dan informasi yang memadai agar dapat mengambil keputusan secara tepat,” ujar Avirianto dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).

Avirianto mengungkapkan, AirNav kini telah mengoperasikan sistem otomasi pengelolaan lalu lintas udara (Air Traffic Management Automation System/ATMAS) generasi terbaru di empat wilayah strategis, yakni Jakarta, Medan, Pontianak, dan Balikpapan. Pengoperasiannya dilakukan bertahap sejak November 2025 hingga diterapkan penuh di New Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC) pada 16 Juni 2026.

Pembaruan teknologi ini memperkuat fasilitas pengendalian penerbangan, baik saat pesawat berada pada fase jelajah (en-route) maupun saat mendekati bandara (approach). Perangkat canggih ini mencakup pengaturan urutan kedatangan dan keberangkatan, pengelolaan arus lalu lintas, hingga integrasi komunikasi suara.

Di sisi efisiensi rute, AirNav sukses menerapkan Free Route Operation (FRTO) yang memungkinkan maskapai merencanakan rute penerbangan lebih efisien sesuai cuaca.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 5.030 penerbangan telah memanfaatkan fitur FRTO di wilayah udara Jakarta dan Ujung Pandang, melonjak 82 persen dibanding tahun 2024 yang tercatat 2.770 penerbangan. Hasilnya, penerapan FRTO sukses menghemat biaya bahan bakar maskapai hingga USD 8,04 juta (sekitar Rp 120 miliar) serta memangkas emisi karbon emisi hingga 5.426 ton.

Sukses tersebut bahkan dipaparkan langsung oleh Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro dalam forum ICAO Air Navigation World di Montreal, Kanada, pada 5–9 Oktober 2026 lalu.

Guna memperkuat kualitas SDM dan manajemen organisasi, AirNav bekerja sama dengan Airservices Australia melalui Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). Program ini mencakup pelatihan perencanaan tenaga kerja, standar manajemen lalu lintas udara, hingga pengolahan data pengawasan.

Tak hanya itu, Indonesia juga unjuk gigi di tingkat regional dengan menjadi tuan rumah pertemuan ICAO APAC Project 30/10 Task Force di Tangerang pada 16–18 Juni 2026 yang dihadiri 61 delegasi dari 18 negara.

Menutup keterangannya di Hari ATC Sedunia, Avirianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemandu lalu lintas udara atas dedikasi dan profesionalismenya.

“Profesionalisme ATC harus diikuti dukungan perusahaan yang nyata. Kami akan terus mengarahkan pengembangan sistem, fasilitas, dan kompetensi agar keselamatan dan efisiensi penerbangan tetap terjaga,” tegas Avirianto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *