ABNnews – Kematian janggal Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi pihak keluarga.
Keluarga dan tim kuasa hukum mendesak kepolisian mengusut tuntas penyebab serta motif di balik tewasnya anggota polisi asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Bharada Valdo ditemukan tewas di Markas Polairud pada Jumat (16/10/2026). Informasi yang beredar menyebutkan, kematiannya diduga berkaitan dengan tindakan sesama anggota polisi yang merupakan juniornya di kesatuan tersebut.
Jenazah Valdo diterbangkan ke Flores Timur menggunakan pesawat Polri Casa P-4101 dan tiba pada Sabtu (17/10/2026). Kedatangan jenazah disambut ribuan warga yang memadati Bandara Gewayantana, Larantuka. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat mengiringi iring-iringan jenazah menuju rumah duka di San Dominggo, Larantuka.
Tangis histeris keluarga tak terbendung begitu peti jenazah tiba di rumah duka. Sejumlah anggota keluarga bahkan terlihat pingsan akibat syok berat atas insiden tragis ini.
Menanggapi tuntutan keluarga, Direktur Poludara Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Dadan berjanji akan mengusut tuntas kasus kematian tersebut. Ia menyebut satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Tentunya akan diusut tuntas. Yang jelas satu tersangka yang sudah ditahan Unit Jatanras Polda Metro Jaya,” ujar Dadan dikutip inews, Sabtu (17/10/2026).
Pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, menegaskan bahwa tim kuasa hukum tengah mengumpulkan bukti dan informasi tambahan untuk mengungkap seluruh fakta tersembunyi. Sejumlah pengacara asal Flores-Lembata di Jakarta juga menyatakan siap berkolaborasi mengawal proses hukum hingga terang benderang.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Alfredo Rionaldo da Silva, menyampaikan bahwa pihak keluarga memercayakan penanganan kasus kepada proses hukum yang tengah berjalan di Polda Metro Jaya.
“Proses hukumnya jalan. Kita serahkan proses hukum sedang berjalan. Kita berterima kasih kepada teman-teman karena sudah menyiapkan akomodasi hingga tiba,” kata Alfredo.
Hingga saat ini, kronologi lengkap serta motif di balik dugaan pembunuhan Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai masih menunggu rilis resmi lanjutan dari pihak berwenang.












