Sindir Kemenangan 9-2 Skuad Garuda, Striker Naturalisasi Malaysia sebut Indonesia ‘Anak Emas’ ASEAN Cup

bergson da silva (tvOnenews.com - Ilham Giovanni)

ABNnews – Striker naturalisasi Timnas Malaysia, Bergson Da Silva, menyindir keras kemenangan telak 9-2 Timnas Indonesia atas Bangladesh pada laga pamungkas Grup A.

Ia secara terbuka mengecam perlakuan terhadap Skuad Garuda yang dinilainya bak ‘anak emas’ yang diuntungkan sepanjang gelaran FIFA ASEAN Cup 2026.

Kekecewaan mendalam merundung skuad Malaysia asuhan Tan Cheng Hoe setelah dipastikan gagal melenggang ke partai final secara dramatis akibat kalah produktivitas gol dari Indonesia.

Pada laga penentu yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Malaysia sebenarnya tampil beringas dengan menggilas Singapura 6-0. Hasil itu sempat membuat Negeri Jiran berada di atas angin dan berada dalam posisi lolos.

Pasalnya hingga menit ke-90, Indonesia dalam laga terpisah di SUGBK ‘baru’ unggul 7-1 atas Bangladesh. Situasi tersebut menempatkan Malaysia unggul kriteria fair play atas Indonesia meski secara selisih gol kedua tim sejajar.

Malaysia lebih unggul karena Indonesia sempat diganjar kartu merah saat berhadapan dengan Singapura.

Sukacita Malaysia makin membuncah setelah official pertandingan awal melaporkan tambahan waktu di laga Indonesia vs Bangladesh hanya 2 menit. Para pemain Malaysia bahkan sudah berselebrasi merayakan kelolosan di dalam lapangan.

Namun, drama terjadi ketika official laga Indonesia vs Bangladesh merevisi masa perpanjangan waktu menjadi 7 menit. Durasi ekstra tersebut berhasil dimaksimalkan dengan sempurna oleh Pasukan Garuda.

Indonesia mencetak dua gol tambahan secara dramatis lewat Kevin Diks pada menit 90+6 dan Mitchell Baker di menit 90+7. Kemenangan 9-2 tersebut otomatis membawa Indonesia menggeser Malaysia dari puncak klasemen Grup A lewat keunggulan produktivitas gol.

Bergson Murka Soal Jadwal Hingga Perubahan Waktu Tambahan

Bergson Da Silva, yang mencetak hat-trick ke gawang Singapura, meluapkan amarahnya melalui unggahan di media sosial Instagram. Penyerang yang baru dinaturalisasi Malaysia pada September lalu itu mengkritik keras keuntungan yang didapat Indonesia, mulai dari jadwal hingga lokasi pertandingan.

“Ini adalah omong kosong, sepanjang turnamen, mereka menguntungkan mereka (Indonesia). Mereka memainkan semua tiga pertandingan di Jakarta pada malam hari, sementara tim lain bermain di Bandung dan sore hari, dengan pertandingan setiap dua hari,” kecam Bergson seperti dikutip dari Harian Metro.

Ia juga menyindir perubahan perpanjangan waktu di menit-menit akhir yang langsung menghancurkan mimpi Malaysia ke final.

“Dalam pertandingan hari ini, awalnya diberikan dua menit waktu tambahan sebelum tiba-tiba ditambahkan ke tujuh menit. Mereka mencetak dua gol dalam dua menit terakhir perpanjangan waktu,” sindirnya.

Dengan hasil ini, Indonesia melangkah ke partai final untuk menantang Thailand dalam perebutan trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Sementara itu, Malaysia harus puas melakoni laga perebutan tempat ketiga menghadapi Vietnam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *