ABNnews – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan sanjungan tinggi terhadap sinergi trio penyerang anyarnya Ole Romeny, Luke Vickery, dan Mitchell Baker.
Meski baru pertama kali diturunkan bersama tanpa persiapan panjang, lini depan baru Skuad Garuda sukses mempersembahkan kemenangan manis pada laga perdana.
Timnas Indonesia memetik kemenangan 2-0 atas Singapura pada matchday pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Kemenangan Merah Putih ditentukan melalui gol Ragnar Oratmangoen pada babak pertama dan eksekusi penalti Ole Romeny di babak kedua.
Dalam pertandingan ini, Herdman melakukan eksperimen taktik dengan langsung menurunkan trio lini depan yang belum pernah dipasang bersama sebelumnya.
Luke Vickery, pemain yang baru saja merampungkan proses naturalisasi pada pertengahan tahun ini, dipercaya mengisi posisi penyerang sayap. Sementara itu, Mitchell Baker berperan sebagai penyerang tengah murni dan Ole Romeny diberikan peran lebih bebas untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
Eksperimen tersebut terbukti ampuh. Vickery sukses menyumbang assist matang untuk gol pembuka Oratmangoen, sedangkan Romeny tampil tenang mengeksekusi penalti yang mengunci kemenangan Indonesia.
Selepas pertandingan, John Herdman tak ragu melayangkan pujian atas performa serta kerja keras ketiga penyerangnya. Ia yakin kolektivitas lini serang Garuda akan semakin padu seiring berjalannya turnamen.
“Para pemain akan semakin tajam seiring bertambahnya jumlah pertandingan yang kami jalani bersama. Ada Luke Vickery yang bermain bersama Mitchell Baker untuk pertama kalinya. Ole juga bermain bersama Mitchell dan Luke untuk pertama kalinya,” ujar Herdman.
Juru taktik asal Inggris itu menggarisbawahi bahwa aspek penting dari laga ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan proses adaptasi dan kerja keras para pemain di lapangan.
“Ada banyak kerja sama yang akan semakin berkembang sepanjang turnamen ini,” tuturnya.
“Jadi, kami harus mengapresiasi kerja keras dalam pertandingan ini, bukan hanya sekadar melihat aspek penyelesaian akhir atau tembakan ke gawang,” pungkas Herdman.












