ABNnews – Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia masih menjadi magnet besar yang sangat diminati oleh para investor global.
Prabowo membocorkan bakal ada gelombang investasi berukuran raksasa yang masuk ke Tanah Air dalam kurun waktu beberapa minggu ke depan.
Sinyal optimistis tersebut disampaikan Prabowo dalam program acara Presiden Prabowo Menjawab yang disiarkan melalui kanal YouTube pribadinya.
“Jadi padahal ini gejolak global ya. Dan ini berapa minggu ke depan ya Anda tunggu saja. Karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran,” kata Prabowo, dikutip Kamis (17/9/2026).
Prabowo menegaskan bahwa motor penggerak ekonomi nasional tidak melulu bertumpu pada belanja pemerintah lewat program-program besar.
Investasi sektor swasta terbukti menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi sekaligus pembuka jutaan lapangan kerja baru.
Sebagai bukti, realisasi investasi Indonesia hingga Juni 2026 telah menembus angka Rp 1.010 triliun. Capaian ini melanjutkan tren positif tahun 2025 yang sukses membukukan nilai investasi hingga Rp 1.931 triliun.
Masuknya modal tersebut berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada 2025 lalu, investasi berhasil menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru. Sementara hingga pertengahan tahun ini, pemerintah mencatat penyerapan sekitar 1,4 juta tenaga kerja dari sektor investasi.
“Ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan,” tegas Prabowo.
Keyakinan Prabowo akan masuknya investasi skala besar didasarkan pada hasil pertemuannya secara langsung dengan sejumlah bos dan pemain bisnis top dunia. Para pemodal menilai fundamental ekonomi Indonesia sangat solid dan menjanjikan.
“Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman,” kata Prabowo.
Di depan para investor, Prabowo memamerkan sejumlah indikator makro ekonomi Indonesia yang cemerlang, seperti tingkat inflasi yang terjaga di level 2,92%, rasio utang yang aman, serta defisit anggaran yang terukur di bawah 3%.
Prabowo lantas membandingkan rasio defisit Indonesia yang jauh lebih disiplin ketimbang sejumlah negara tetangga maupun negara maju, seperti Filipina (sekitar 6%), India (4,6%), hingga Prancis (5,4%).
“Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis,” tutur Prabowo.
Melihat tren positif ini, Prabowo optimistis prospek jangka panjang ekonomi Indonesia sangat cerah. Ia merujuk pada analisis lembaga keuangan dunia seperti Goldman Sachs yang memproyeksikan Indonesia menjelma menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia pada 2050.
“Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan,” ungkapnya.
Pemerintah bertekad akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini sekaligus memperluas karpet merah untuk mendatangkan lebih banyak investasi masuk ke Indonesia.












