Sempat Disebar Sketsa Wajahnya, 3 Pelaku Pengeroyokan Pedagang Kaca Akhirnya Ditangkap!

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat memberikan keterangan pers. Foto: Ryan Iqbal/kumparan

ABNnews – Tiga orang pelaku pengeroyokan hingga tewas terhadap pedagang kaca, Bambang Setiawan, saat kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, akhirnya ditangkap polisi.

Ketiganya berhasil diciduk setelah penyidik Polda Metro Jaya sempat menyebarkan sketsa wajah terduga pelaku ke publik.

Para tersangka yang masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29) tersebut kini telah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, ahli, dan alat bukti, kami telah menetapkan tiga orang tersangka,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (12/9/2026).

Kombes Iman mengungkapkan, ketiga tersangka berhasil diringkus oleh tim Subdit Polda Metro Jaya di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah dilakukan perburuan hingga Jumat (11/9/2026).

“Tim Subdit PMJ telah lakukan pencarian terduga pelaku hingga 11 September 2026, keberadaan tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan dan kami tangkap,” terangnya.

Sebelum penangkapan dilakukan, polisi sempat merilis dua sketsa wajah terduga pengeroyok Bambang Setiawan. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV di lokasi kejadian serta keterangan dari 14 orang saksi.

“Berdasarkan keterangan saksi, didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku,” jelas Iman.

Dalam rilis sketsa sebelumnya, pelaku pertama digambarkan sebagai pria berumur 30-40 tahun berwajah oval, alis tipis, bibir tebal, dan berkulit cokelat. Sementara pelaku kedua digambarkan memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta memiliki kumis dan janggut.

Meski aksi pengeroyokan maut itu terjadi di tengah situasi kericuhan di Pejompongan pada 27 Agustus lalu, pihak kepolisian memastikan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan kelompok tertentu.

Polisi hingga kini belum menemukan adanya indikasi keterlibatan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kasus penganiayaan berat yang menewaskan korban tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *