Opini  

Kasus Keracunan MBG Marak: Beathor Suryadi Usul Duit Rp 20 Ribu Ditransfer Langsung ke Ortu Murid, Wilayah 3T Tetap Jalan!

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Beathor Suryadi (Foto: Istimewa)

ABNnews – Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Beathor Suryadi mengusulkan agar skema anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) diubah total dengan mentransfer dana Rp 20 ribu per hari langsung ke rekening orang tua murid.

Usulan ini muncul menyusul maraknya kasus makanan tak layak hingga keracunan di sejumlah daerah, kendati ia menyarankan penyaluran fisik MBG tetap dipertahankan untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Mantan tahanan politik era Soeharto tersebut menegaskan, penanganan kasus MBG beracun tidak cukup hanya diselesaikan lewat evaluasi administratif di atas kertas, melainkan harus ditindak secara tegas.

“Daerah yang MBG-nya beracun harus ditutup, bahkan diproses hukum. Tapi bagi yang bersih dan higienis, terutama daerah 3T dan tidak beracun, boleh saja diteruskan,” ujar Beathor dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Guna menutup celah penyelewengan dan menjamin kebersihan makanan, Beathor mendesak agar alokasi dana tak lagi dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Dengan catatan prosesnya diubah, tidak via SPPG, tapi berikan dana Rp 20.000 itu ke rumah anak sekolah,” paparnya.

Menurut Beathor, skema pengalihan dana langsung ke tangan keluarga murid sangat krusial untuk menopang daya beli masyarakat miskin dan korban PHK di tengah tekanan ekonomi nasional.

“Kondisi ekonomi semakin kacau, ada puluhan juta rakyat tanpa kerja. Dengan dana tiap hari Rp 20.000 maka keluarga tetap makan,” lanjutnya.

Tak hanya menyoroti MBG, Beathor mengusulkan penghentian double penghasilan bagi anggota TNI dan Polri demi menghemat keuangan negara.

Ia juga mengaitkan perhitungan MBG dengan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan sisa anggaran yang rawan disalahgunakan pelaksana.

“Berdasarkan Keluarga Berencana tiap KK punya 2 anak, maka dana Rp 5.000-nya kembalikan ke APBN. Dana ini yang dikorup oleh pelaksana,” cetusnya.

Ia menambahkan, teknis penyaluran bantuan langsung tunai tersebut dapat memanfaatkan rencana pembuatan rekening koran seluruh warga yang diinstruksikan Presiden.

“Atas perintah Presiden, tiap warga akan dicetak rekening koran. Nah, ini sarana untuk dana transfer dari Menkeu ke warga anak-anak sekolah tersebut,” pungkas Beathor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *