Penerima Bansos Bakal Disaring Pakai AI, Luhut: Yang Berhak Dapat, Yang Curang Ditolak!

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. [Instagram/luhut.pandjaitan]

ABNnews – Penerima Bantuan Sosial (Bansos) ke depan bakal disaring secara ketat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, penggunaan AI membuat proses seleksi lebih tepat sasaran sehingga warga yang berhak pasti mendapat bantuan, sementara yang mencoba curang otomatis tertolak.

Luhut menyinggung persoalan ketidaksesuaian kategori desil ekonomi masyarakat yang selama ini sering menjadi polemik.

Melalui integrasi data antar-lembaga berbasis AI, akurasi data kemiskinan akan terus diperbaiki.

“Kita akan terus perbaiki nanti dengan AI ini. Karena pertukaran data antar Kementerian dan Lembaga itu jalan, mestinya nanti akan diperbaiki,” kata Luhut saat ditemui di acara Jakarta Investment Festival 2026, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Luhut menjelaskan bahwa digitalisasi dan sokongan AI mampu menyambungkan basis data milik seluruh Kementerian/Lembaga hingga pemerintah daerah secara real-time.

Hal ini membuat pengelompokan desil masyarakat menjadi jauh lebih presisi.

“Untuk pertama kali semua data-data Kementerian/Lembaga itu sudah berbicara satu sama lain melalui digital dan disupport oleh AI. Jadi Anda nanti bisa tes sendiri, siapa tahu ada yang mau mendaftar masuk Bansos, silakan. Akan bisa ditolak atau bisa diterima,” ungkapnya.

Pengelompokan desil berbasis AI ini dinilai Luhut akan menciptakan keadilan dalam penyaluran bansos.

Kehadiran teknologi pintar ini membuat masyarakat tidak bisa lagi memanipulasi atau menyembunyikan profil kondisi perekonomian mereka yang sebenarnya.

“Sekarang lagi dikerjakan, lagi kita lihat. Lagi-lagi dengan AI ini saya kira akan lebih banyak keadilan. Karena orang tidak bisa sembunyi data lagi,” papar Luhut.

Di sisi lain, Luhut mendorong warga yang merasa benar-benar berhak dan memenuhi kriteria untuk tidak ragu mendaftarkan diri.

Menurutnya, pemanfaatan AI akan menghasilkan penghematan anggaran belanja sosial yang sangat signifikan karena kebocoran dana dapat ditekan.

Efisiensi anggaran ini membuka peluang bagi pemerintah untuk mengalihkan subsidi langsung dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang membutuhkan.

“Yang merasa qualified untuk mendaftar bansos silakan, karena penghematan luar biasa. Sehingga saya pikir tidak tertutup kemungkinan Presiden menambah nanti cash transfer, karena kita ujung-ujungnya tidak akan lagi memberikan subsidi kepada produk,” pungkas Luhut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *