Polda Kalteng Segel Lokasi Karhutla: 13 Orang Tersangka, 4 Perusahaan Didalami!

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

ABNnews – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menyegel seluruh lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mempermudah proses penyidikan.

Hingga kini, kepolisian telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dan tengah mendalami dugaan keterlibatan 4 perusahaan perkebunan.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa instruksi ketat telah diberikan kepada seluruh jajaran untuk menindak tegas setiap peristiwa kebakaran tanpa terkecuali.

“Setiap kebakaran yang terjadi, bahkan sampai menimbulkan karhutla, kita lakukan proses penegakan hukum,” tegas Irwan, Minggu (23/8/2026).

Iwan menyampaikan, penutupan dan penyegelan lokasi kejadian dilakukan agar area steril selama proses pengumpulan alat bukti oleh tim penyidik.

“Hingga saat ini, Polda Kalteng mencatat sekitar 51 kasus karhutla masih dalam tahap penyelidikan. Dari jumlah tersebut, delapan kasus telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan total sekitar 13 orang ditetapkan sebagai tersangka,” bebernya.

Selain menetapkan belasan tersangka perorangan, penyidik Polda Kalteng juga menyasar sektor korporasi untuk melihat adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian.

“Untuk korporasi, saat ini ada empat yang sedang kita dalami bagaimana keterlibatan ataupun ada kelalaian atau kesengajaan dalam kebakaran hutan ini. Belum bisa saya jelaskan secara mendalam karena masih dalam proses penyelidikan,” terangnya.

Empat korporasi yang bergerak di sektor perkebunan tersebut diketahui beroperasi di wilayah Sampit dan Kabupaten Pulang Pisau.

Di sisi lain, guna menembus medan sulit di kawasan gambut, Polda Kalteng mengerahkan armada khusus berupa kendaraan ATV hingga sepeda motor yang dimodifikasi khusus untuk membawa alat pemadam seperti alkon, selang, dan nozzle. Kapolda Iwan bahkan menjajal langsung kemampuan armada ATV tersebut di lokasi kebakaran.

“Di daerah gambut, kendaraan roda empat mungkin akan lebih sulit. Tadi sudah saya coba dan lumayan efektif untuk masuk ke daerah-daerah yang sulit dijangkau kendaraan roda empat,” jelas Iwan.

Penanganan karhutla ini, lanjut Iwan, mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri yang dilaksanakan secara terpadu melibatkan BPBD, TNI, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Langkah pencegahan seperti patroli rutin serta pemeriksaan kanal dan embung terus digencarkan agar dampak karhutla tak separah tahun-tahun sebelumnya, seperti pada 2015 (500 ribu hektare terbakar), 2019 (185 ribu hektare), dan 2023 (200 ribu hektare).

“Upaya pencegahan lebih kita utamakan. Sebelum musim kemarau, kami bersama satgas melakukan sosialisasi, patroli, pemeriksaan kanal dan embung. Semua kita lakukan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *