Aksi Brutal Pemotor di Jagakarsa: Piting Pemobil Hingga Sesak Napas Cuma Gegara Klakson!

Seorang pengemudi mobil dianiaya pemotor di depan SPBU di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penganiayaan itu dipicu masalah klakson. (dok Ist)

ABNnews – Aksi penganiayaan brutal terjadi di depan sebuah SPBU di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel).

Seorang pengemudi mobil dipukul hingga dipiting dari belakang oleh pengendara sepeda motor. Usut punya usut, insiden ini terjadi hanya gara-gara urusan sepele, yakni bunyian klakson.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak pemotor dan pengemudi mobil terlibat adu mulut hebat yang berujung pada aksi kekerasan fisik. Pemotor terlihat memiting leher pengemudi mobil dengan erat hingga korban nyaris jatuh tersungkur ke semak-semak.

Sejumlah warga di lokasi sempat berusaha melerai perselisihan tersebut. Namun, pelaku tetap enggan melepaskan kuncian pitingannya hingga korban tampak lemas dan kesulitan bernapas.

Cengkeraman pitingan baru berhasil terlepas setelah makin banyak warga yang turun tangan memisahkan keduanya.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa korban telah resmi melaporkan kasus penganiayaan itu ke pihak kepolisian. Akibat tindak kekerasan tersebut, korban mengalami sejumlah luka.

“Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar di sekitar wajah dan dada sesak,” ujar Nurma saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pengemudi mobil, perselisihan bermula saat pelaku yang mengendarai sepeda motor hendak menyalip kendaraan korban. Korban lantas membunyikan klakson.

Bukannya memberi jalan, suara klakson tersebut justru menyulut emosi pemotor. Pelaku yang tidak terima langsung menghadang dan memalangi laju mobil korban di jalanan.

“Berawal selisih salah paham dalam berkendara. Di mana korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan memalangi mobil,” terang Nurma.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna memburu dan mengamankan pemotor arogan tersebut.

“Rencana tindak lanjut mengidentifikasi pelaku, melakukan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *