ABnnews – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, nanti malam. Lautan manusia yang diperkirakan mencapai 100 ribu peserta dari berbagai daerah dipastikan memadati lokasi acara.
“Perlu saya sampaikan bahwa kegiatan zikir dan doa kebangsaan ini akan dihadiri kurang lebih seratus ribu peserta, dari Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan wilayah penyangga lainnya. Yang perlu kita garis bawahi bersama bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia beserta pejabat negara dan undangan VIP,” ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono saat memimpin apel pengamanan di Monas, Sabtu (1/8/2026).
Dekananto menegaskan, Zikir dan Doa Kebangsaan ini merupakan agenda nasional dalam rangka menyambut HUT RI ke-81. Ia pun mewanti-wanti seluruh personel agar tidak meremehkan pengamanan acara tersebut.
“Saya ulangi bahwa kegiatan hari ini akan dihadiri oleh Bapak Presiden Republik Indonesia dan juga pejabat negara serta undangan VIP lainnya. Untuk itu saya mengingatkan kembali bahwa ini adalah agenda nasional, sehingga tidak boleh dianggap kegiatan yang normatif atau kegiatan yang biasa-biasa saja,” tegasnya.
Guna memastikan kelancaran acara, Polda Metro Jaya menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan kawasan Monas dan sekitarnya.
“Sebanyak 1.263 personel gabungan terdiri dari Polda Metro Jaya serta TNI dan pemerintah daerah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Budi menjelaskan skema skenario alur masuk lokasi. Akses bagi masyarakat umum dibuka melalui pintu timur, tenggara, dan Lapangan Ikada. Sementara alur VIP diarahkan ke pintu barat.
“Sementara itu Pintu Barat Laut Monas diperuntukkan bagi Presiden dan Wakil Presiden serta tamu undangan VVIP dan VIP. Personel ditempatkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta yang hadir, termasuk kegiatan aktivitas masyarakat secara rutin,” jelas Budi.
Pihak kepolisian juga telah menyisir dan melepaskan sterilisasi area lokasi acara serta menyiagakan sejumlah kantong parkir bagi pengunjung. Adapun rekayasa lalu lintas disiapkan secara situasional mengikuti kepadatan di lapangan.
“Artinya, yang pertama memberikan akses kepada para peserta yang hadir dalam doa bersama dan zikir di Monas. Yang kedua terhadap seluruh masyarakat yang melaksanakan aktivitas secara rutin, ini juga harus diperhatikan sehingga tidak terganggu,” tuturnya.
“Kita sama-sama berharap kegiatan doa dan zikir bersama dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dapat sama-sama berjalan dengan aman, tertib, dan dapat dikendalikan,” pungkas Budi.












