banner 728x250

Misteri 2 Pesawat Tak Bertuan Nongkrong 20 Tahun di PTDI, Pemiliknya Gaib?

Pesawat misterius terparkir di PT Dirgantara Indonesia (dok. Istimewa)

ABNnews – Dua unit pesawat terbang sudah dua puluh tahun lamanya terparkir di kawasan PT Dirgantara Indonesia (DI), Kota Bandung. Namun hingga hari ini, siapa pemilik sah dari kedua burung besi tersebut masih misterius seolah-olah “gaib” dan belum terpecahkan.

Dua pesawat tak bertuan itu dibiarkan telantar begitu saja di lahan terbuka milik PTDI. Pihak manajemen bahkan mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pihak yang pertama kali memasukkan kedua unit pesawat tersebut ke dalam kawasan internal PTDI dua dekade silam.

Lantaran asal-usul dan pemiliknya masih gelap, PTDI sampai menempuh jalur unik dengan membuat pengumuman terbuka melalui akun media sosial Instagram resmi mereka di @ptdiofficial.

Berdasarkan foto-foto yang dipublikasikan, kedua pesawat misterius itu mengusung corak warna putih-hijau. Pada badan pesawat, tampak satu unit bertuliskan “BURAQ” dan satu unit lainnya bertuliskan “CAMAR”.

Nahas, kondisi fisik luar kedua armada ini terpantau cukup memprihatinkan, kotor, dan tak terawat. Penampakannya menjadi sangat kumuh karena selama bertahun-tahun hanya disimpan di area terbuka dan bukan di dalam hanggar, sehingga terpapar terik matahari kala cuaca panas serta basah kuyup diguyur hujan.

Manager Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Kelembagaan PT Dirgantara Indonesia (Persero), Adi Prastowo, mengamini bahwa pihaknya masih terseok-seok mencari pemilik asli kedua pesawat itu. Sebagai catatan, dua unit pesawat tersebut sudah “nongkrong” di area PTDI sejak 20 tahun lalu.

“Dua pesawat berlabel Bouraq dan Camar itu dimasukkan ke PTDI sekitar tahun 2005,” ungkap Adi saat dimintai konfirmasi, Senin (8/6/2026).

Adi menjelaskan, manajemen PTDI sebenarnya tidak tinggal diam dan sudah berulang kali mengirimkan surat resmi kepada pihak-pihak yang dicurigai sebagai pemilik armada.

“Kami sudah bersurat kepada PT ANI, yang saat ini sudah ganti kepemilikan. Namun, PT ANI sudah menjawab bahwa mereka tidak ada kaitan sama sekali dengan pesawat tersebut,” cetus Adi.

Tak menyerah sampai di situ, PTDI juga sempat mengendus informasi bahwa pihak pembeli atau penyokong dana pengadaan pesawat tersebut adalah salah satu perusahaan pelat merah, yakni PT PANN (Persero).

“Kami sempat mendatangi langsung ke kantor PT PANN di Tebet, Jakarta. Belum ada penjelasan tertulis saat itu, namun pada Februari 2026 kemarin, PT PANN resmi dilikuidasi oleh pemerintah. Lalu dua pekan lalu, kurator datang ke PTDI dan menyatakan bahwa dua pesawat tersebut ternyata tidak terdaftar dalam catatan aset PT PANN,” tutur Adi gamblang.

Kebuntuan ini akhirnya memaksa PTDI meluncurkan “sayembara” di jagat maya melalui akun Instagram resmi @officialptdi. Lewat unggahan fitur Instastory, pihak PTDI memajang penampakan visual kedua pesawat lengkap dengan surat keterangan pencarian.

Adi menegaskan, langkah mengumumkan temuan pesawat di Instagram bukan sekadar iseng, melainkan bagian dari prosedur hukum formal yang wajib ditempuh perusahaan.

“Pengumuman di atas adalah syarat kami dari aspek legal untuk melakukan tindakan selanjutnya, sebagaimana isi pengumuman tersebut. Barangkali di luar sana ada pemilik sah terakhir yang mau mengklaim atas kedua pesawat tersebut,” pungkas Adi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *