banner 728x250

Kena Mental di GBK! Pelatih Oman Akui Skuad Garuda Jauh Lebih Ngeri dari Peringkat Aslinya

Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui. (Foto: MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

ABNnews – Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui, tampak kena mental setelah tim asuhannya luluh lantak di Jakarta.

Juru taktik asal Maroko itu secara terbuka mengakui bahwa performa mengerikan yang ditunjukkan oleh Skuad Garuda saat membungkam Oman dengan skor telak 3-0 jauh lebih ngeri dan berkualitas tinggi dibanding posisi asli mereka dalam daftar ranking FIFA saat ini.

Duel panas antara Indonesia vs Oman yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam WIB, berakhir dengan pesta gol 3-0 untuk kemenangan Merah Putih.

Tiga gol kemenangan skuad asuhan Shin Tae-yong masing-masing dilesakkan oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.

Sepanjang laga berjalan, Timnas Indonesia tampil sangat dominan menggempur pertahanan lawan. Skuad Garuda tercatat lebih agresif melepaskan tembakan.

Di sisi lain, lini belakang Indonesia juga tampil solid, ditambah penampilan perkasa kiper Emil Audero di bawah mistar gawang yang sukses menepis tendangan penalti Oman.

Kekalahan telak ini membuat armada Oman benar-benar dibuat tidak berkutik. Dari tiga tembakan tepat sasaran yang berhasil mereka lepaskan, tidak ada satu pun yang berbuah gol.

Selepas pertandingan, Tarik Sektioui secara jantan mengakui keunggulan dan perkembangan pesat Timnas Indonesia yang kini menjelma menjadi tim yang sangat modern.

“Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini. Kemarin sebelum laga kami sudah sampaikan bahwa tim Indonesia telah berkembang pesat,” ujar Tarik Sektioui dalam sesi jumpa pers usai laga.

Tarik pun menyoroti fakta bahwa peringkat dunia yang dimiliki Indonesia saat ini sudah tidak lagi relevan dengan kualitas riil mereka di atas lapangan hijau.

“Peringkat mereka saat ini (di ranking FIFA) tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir,” cetusnya menambahkan.

Sebelum laga ini bergulir, Indonesia diketahui masih tertahan di ranking ke-122 dunia, sementara Oman berada jauh di atasnya, yakni di peringkat ke-79. Berkat kemenangan mutlak ini, Garuda mengantongi poin besar dan punya kans melompat naik empat tingkat sekaligus menuju posisi 118 dunia.

Tarik membeberkan bahwa anak asuhnya gagal membaca taktik dan pergerakan agresif para pemain sayap Indonesia, terutama pada paruh pertama pertandingan yang membuat pertahanan mereka compang-camping.

“Mengenai jalannya pertandingan, terutama di babak pertama, secara taktis kami tidak berdiri dengan baik dan gagal menangani jalannya pertandingan. Hal itu membuat kami berada dalam posisi sulit dan memberikan keunggulan bagi lawan (Indonesia), terutama dalam cara kami menjaga sisi sayap. Kesalahan teknis individu juga banyak terjadi,” papar Tarik mendalam.

Meski sempat melakukan kontra strategi di babak kedua, eksekusi Oman di sepertiga akhir lapangan tetap buntu, termasuk kegagalan penalti yang menjadi momentum kebangkitan mereka yang akhirnya sirna ditangan Emil Audero.

“Di babak kedua, kami mengubah formasi dan menjadi lebih seimbang. Kami mendapatkan beberapa peluang untuk kembali ke dalam permainan, termasuk tendangan penalti yang gagal,” pungkas Tarik menutup jalannya evaluasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *