banner 728x250

Pulang Takbiran Anak Korban Syok, Juragan Kontrakan WNA Asal Korea Ditemukan Tewas Penuh Memar

WNA Korea tewas bersimbah darah di rumahnya di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, diduga menjadi korban pembunuhan. (Foto: iNews TV/DIDIT JUNAIDI)

ABNnews – Suasana hangat Iduladha di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seketika berubah mencekam.

Setelah pulang takbiran, anak korban syok berat saat menemukan sang ayah yang merupakan juragan kontrakan sekaligus WNA asal Korea, tewas mengenaskan dengan kondisi tubuh penuh memar dan bersimbah darah di dalam rumahnya.

Peristiwa berdarah yang menggegerkan warga Kampung Buaran, Desa Lambang Sari, Kecamatan Tambun Selatan ini menimpa pria paruh baya bernama Sang Byoung Chan (60). Korban diduga kuat menjadi korban pembunuhan akibat luka parah di bagian kepala yang diduga berasal dari hantaman benda tumpul.

Seorang warga sekitar bernama Iyan mengaku baru mengetahui insiden mengerikan tersebut setelah melihat kondisi di sekitar rumah korban mendadak ramai dikerumuni massa dan aparat kepolisian.

“Saya bangun dan lihat dari atas sudah ramai. Saya cek katanya bapak juragan yang punya kontrakan sudah meninggal,” ujar Iyan dikutip inews, Kamis (28/5/2026).

Iyan menambahkan, dirinya belum mengetahui secara pasti apa motif di balik kematian korban. Namun, informasi yang beredar kencang di lingkungan tempat tinggalnya menyebutkan bahwa korban sengaja dihabisi.

“Saya kurang tahu penyebabnya, katanya pembunuhan. Iya korban WNA, asli Korea,” tuturnya.

Penemuan jasad korban pertama kali terbongkar oleh anak kandung pertama korban pada Rabu (27/5/2026) sore. Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak korban baru saja kembali ke rumah setelah menghabiskan malam takbir Iduladha di kediaman salah satu temannya.

Namun betapa terkejutnya sang anak saat melangkah masuk ke dalam rumah. Ia mendapati ayahnya sudah tidak bernyawa dalam posisi telungkup di lantai dengan darah yang mengalir di sekitarnya.

Kondisi kepala korban yang terluka parah serta bekas memar di sekujur tubuh mengindikasikan adanya tindakan kekerasan fisik sebelum korban mengembuskan napas terakhir.

Petugas dari Polsek Tambun yang menerima laporan darurat dari pihak keluarga langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Tim identifikasi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi guna memburu jejak pelaku.

Usai proses olah TKP rampung, jasad pria asal Negeri Ginseng tersebut langsung dievakuasi oleh petugas menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah dipindahkan ke ruang forensik untuk menjalani proses autopsi medis guna memastikan penyebab mutlak kematiannya.

Hingga berita ini diturunkan, teka-teki kasus tewasnya WNA Korea tersebut masih diselidiki secara intensif oleh gabungan personel Satreskrim Polsek Tambun Selatan dan Polres Metro Bekasi.

Pihak kepolisian sendiri belum memberikan keterangan pers resmi terkait perkembangan penyelidikan maupun pengejaran terduga pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *